JAKARTA, SUMBAR.NEWSLINE.ID – Ketua Umum Badan Persiapan Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (BP2DIM), Prof. Dr. H. Masri Mansoer, M.A., menyampaikan ucapan selamat dan rasa syukur mendalam atas terpilihnya sejumlah Tokoh Ulama dan Urang Sumando Minangkabau dalam kepengurusan inti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat periode 2025–2030.
Hal ini disampaikan Prof. Masri di Jakarta, Minggu (23/11/2025), menyikapi hasil Musyawarah Nasional (Munas) XI MUI. Menurutnya, keterwakilan putra-putra terbaik Minangkabau di lembaga keulamaan tertinggi negara ini merupakan kebanggaan tersendiri.
Putra terbaik Ranah Minang dan Urang Sumando yang masuk dalam jajaran kepengurusan MUI Pusat Periode 2025-2030:
- Buya Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag. sebagai Wakil Ketua Umum.
- Buya Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A. sebagai Sekretaris Jenderal.
- Buya Dr. H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag., Dt. Palimo Basa sebagai Ketua Bidang Metodologi.
- Fasli Jalal, Ph.D. sebagai Ketua Bidang Kesehatan.
- Azrul Tanjung, S.E., M.M. sebagai Ketua Bidang Ekonomi.
- Dr. Armai Arief, M.A. sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pendidikan.
- Muhammad Ihsan Tanjung sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Hukum.
Buya Elfa Hendri Mukhlis Apresiasi Keterlibatan Tokoh DARAM dalam Kepengurusan MUI 2025-2030
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prof. Masri menilai, kehadiran para tokoh ini memiliki korelasi positif dengan semangat perjuangan Daerah Istimewa Minangkabau (DIM), dimana salah satu kuncinya adalah penguatan implementasi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
“Keberadaan para Buya dan tokoh kita di MUI Pusat menjadi energi moral yang besar. Ini membuktikan bahwa SDM Minangkabau memiliki kapasitas mumpuni dalam menjaga aspek Syarak di tingkat nasional. Hal ini selaras dengan ikhtiar kita menjadikan nilai-nilai Islam dan Adat sebagai landasan konstitusional dalam DIM,” ujar Prof. Masri.
Rumuskan 10 Poin Strategis, BP2DIM Perkuat Langkah Menuju Daerah Istimewa Minangkabau
Prof. Masri berharap, kepengurusan baru ini mampu melahirkan pemikiran dan fatwa yang tidak hanya menambah khazanah keilmuan, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi persoalan keumatan di Indonesia maupun kancah global.
Momentum tampilnya putra-putra terbaik Minangkabau di panggung keumatan nasional ini diharapkan menjadi katalisator bagi perjuangan BP2DIM. Sinergi antara kekuatan ‘Syarak’ yang terwakili di MUI Pusat dan kekuatan ‘Adat’ yang digalang di daerah, diyakini akan semakin memperkuat legitimasi dan posisi tawar masyarakat Minangkabau dalam mendorong pengesahan Undang-Undang Daerah Istimewa Minangkabau di tingkat pusat. (AJO)
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









