PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.id — Ruas jalan utama yang menghubungkan Kampung Pasanggiang, Jorong Perhimpunan, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, tertutup material longsor pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Akibat peristiwa ini, arus lalu lintas di jalur tersebut sempat mengalami lumpuh total.
Bencana alam ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Talamau sejak sore hari. Longsoran tebing membawa material berupa tanah, bebatuan, hingga pepohonan yang menutupi badan jalan, sehingga kendaraan roda empat untuk sementara waktu tidak dapat melintas.
Polsek Talamau Polres Pasaman Barat yang dipimpin langsung oleh Kapolsek IPTU Fifriki Candra, S.H., M.H., bersama jajaran personelnya ke lapangan untuk melakukan penanganan darurat, bergabung dengan berbagai instansi terkait dan masyarakat di lokasi kejadian.
”Kami berupaya semaksimal mungkin agar jalan ini bisa segera dibersihkan dan dilewati kembali oleh pengguna jalur Simpang Empat-Talu. Walau cuaca di lokasi masih diguyur hujan, keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun kendaraan yang tertimbun dalam kejadian ini,” ujar IPTU Fifriki Candra.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya tersebut turut didukung oleh Danramil 03/Talu, Kapten Inf. Sayutis, bersama sejumlah personel TNI yang bahu-membahu bersama kepolisian. Terkait penanganan di lapangan, Danramil 03/Talu Kapten Inf. Sayutis menegaskan bahwa jajarannya langsung dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan material longsor agar jalur transportasi masyarakat bisa segera pulih.
”Kami mengerahkan personel TNI untuk langsung turun tangan bersama kepolisian, BPBD, dan instansi terkait lainnya guna membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan. Fokus utama kami saat ini adalah mempercepat proses evakuasi agar akses transportasi masyarakat dapat segera normal kembali dan warga bisa melintas dengan aman,” ujar Kapten Inf. Sayutis.
Sinergi lintas instansi ini juga melibatkan Dinas Perhubungan, Palang Merah Indonesia (PMI), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pasaman Barat. Untuk mempercepat pembersihan material yang cukup tebal, UPTD Wilayah 1 Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin oleh Ridho Aryunadi, S.T., mengerahkan tim teknis beserta satu unit alat berat ekskavator mini ke lokasi. Kehadiran alat berat ini sangat membantu mempercepat proses evakuasi yang semula dilakukan secara manual.

Berdasarkan data dari pihak berwenang, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan material akibat musibah ini. Kendati demikian, warga dan pengendara tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan melintasi Simpang Empat–Talamau maupun sebaliknya agar sementara menunda perjalanan karena kendaraan roda empat tidak bisa melintas,” ujar IPTU Fifriki Candra.
Pengendara roda dua juga diminta melintas dengan ekstra hati-hati karena kondisi jalan yang masih licin. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan demi mengantisipasi potensi longsor susulan.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









