PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.id — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Pasaman Barat sejak Sabtu (25/7/2026) memicu bencana banjir dan longsor di Kecamatan Talamau, yang langsung direspons oleh PMI Kabupaten Pasaman Barat bersama tim dengan menerjunkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat sejak Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WIB.
“Kami bersama tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan asesmen serta penanganan darurat di sejumlah titik terdampak, baik akibat banjir maupun longsor di Kecamatan Talamau,” ujar Ketua Bidang Penanggulangan Bencana (PB) PMI Pasaman Barat, Yuheldi, mewakili Ketua PMI Pasaman Barat, M. Ihpan.
Bencana hidrometeorologi ini dilaporkan melanda sejumlah titik di Kecamatan Talamau, meliputi kawasan Pasanggiang, Kajai Induk, serta Jorong Tanjung Peruang di Nagari Kajai Selatan.
Berdasarkan laporan pemutakhiran data per Sabtu (25/7/2026) pukul 19.22 WIB, banjir di Kajai Induk dan Kajai Selatan merendam sedikitnya tiga rumah warga, sementara para penghuninya terpaksa diungsikan ke rumah kerabat terdekat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, pendataan lanjutan di Jorong Limpato, Nagari Kajai, mencatat ada enam kepala keluarga (KK) yang terdampak rumahnya akibat banjir, yakni kediaman Ibu Jusni (70), Bapak Iyon (55), Ibu Sasmita (65 yang tengah sakit stroke), Bapak Sian (45), Ibu Sileni (40), serta Ibu Zainab (63). Air di titik tersebut dilaporkan sudah mulai surut, dengan kebutuhan mendesak berupa logistik, selimut, serta matras tempat tidur.

Sementara itu, material longsor dilaporkan menerjang kawasan Pasanggiang Talu, Kecamatan Talamau, dengan ketinggian material yang menutupi badan jalan mencapai sekitar lima meter hingga melumpuhkan akses kendaraan roda dua dan roda empat.
Titik longsor lainnya juga terjadi di Jorong Limpato (sekitar Bukit Lembah MAN Kajai), yang menyebabkan sebagian badan jalan tertutup material, namun saat ini masih bisa dilalui secara bergantian oleh kendaraan roda dua maupun roda empat atau lebih di tengah kondisi cuaca gerimis.
Dalam penanganan di lapangan, tim PMI Kabupaten Pasaman Barat yang terdiri pengurus, dan relawan bahu-membahu bersama lintas instansi. Penanganan darurat ini turut melibatkan Pemerintah Nagari, Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari, PMI Kecamatan Talamau, BPBD, Pos SAR, serta jajaran TNI-Polri yang bersama-sama warga membersihkan selokan serta gorong-gorong yang tersumbat material kayu.
Sehubungan dengan masih tingginya intensitas curah hujan di wilayah tersebut, Yuheldi juga mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan daerah rawan longsor, untuk terus waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi,” tambahnya.
Meski penanganan darurat telah dilakukan oleh tim gabungan dan para pengungsi telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman, posko siaga terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Warga diminta untuk segera melapor kepada aparat setempat atau pihak berwenang jika mendapati adanya potensi bencana susulan demi mengantisipasi risiko korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban
Sumber Berita: PMI Pasaman Barat









