PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.id – Wakil Bupati Pasaman Barat, H. M. Ihpan, secara resmi membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) V Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasaman Barat, pada Selasa (2/6/2026), di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat, Simpang Empat.
Dalam sambutannya, M. Ihpan menegaskan bahwa PMI memiliki peran yang sangat krusial di Kabupaten Pasaman Barat. Hal ini mengingat kondisi geografis dan karakteristik alam wilayah Pasaman Barat yang memiliki potensi kerawanan bencana alam, sehingga kehadiran serta pelayanan PMI dinilai sangat berarti bagi masyarakat luas.
“Musyawarah Kabupaten PMI bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi momentum memperkuat organisasi, mempererat kebersamaan, dan meningkatkan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat. Kabupaten Pasaman Barat memiliki potensi kerawanan bencana yang tinggi. Dalam kondisi seperti itu, PMI hadir bukan hanya sebagai organisasi kemanusiaan, tetapi mitra strategis pemerintah daerah,” ujar M. Ihpan.
Lebih lanjut, M. Ihpan juga menekankan pentingnya dedikasi dan keberlanjutan program dalam tubuh organisasi kepalanganmerahan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tugas kemanusiaan bukanlah tugas mudah. Dibutuhkan keikhlasan, pengorbanan, semangat kesukarelaan, dan kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Siapapun yang mendapat amanah memimpin PMI Pasaman Barat harus melanjutkan hal-hal baik, memperkuat kapasitas organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperluas kemitraan. Organisasi boleh berganti kepengurusan, namun semangat kemanusiaan harus tetap menyala. Ukuran keberhasilan PMI bukan seberapa besar organisasinya, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” tambah M. Ihpan.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat H. Aristo Munandar bersama perwakilan markas provinsi, Ketua PMI Pasaman Barat periode 2021–2026 H. Risnawanto, Dewan Kehormatan PMI Pasbar Adriwilza, anggota DPRD Pasaman Barat Rommy Chandra, unsur Forkopimda, para kepala OPD, Ketua Organisasi Pemuda dan Masyarakat, jajaran pengurus PMI Kecamatan, relawan KSR/TSR/PMR, serta mitra kerja kemanusiaan lainnya.
Ketua PMI Provinsi Sumbar, H. Aristo Munandar, dalam kesempatannya menyebutkan bahwa musyawarah ini merupakan amanah konstitusi organisasi yang harus dijalankan sebagai tonggak pembaruan agar PMI terus beradaptasi, tumbuh, dan profesional.
“Musyawarah adalah amanah konstitusi organisasi yang harus kita jalankan sebagai tonggak pembaruan agar PMI terus beradaptasi, tumbuh, dan profesional. Sinergi yang harmonis antara PMI dan Pemkab Pasaman Barat selama ini telah membawa keberadaan organisasi ini semakin terasa manfaatnya di tengah masyarakat,” ungkap Aristo Munandar.

Sementara itu, Ketua PMI Pasaman Barat periode 2021–2026, H. Risnawanto, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan lintas sektor selama lima tahun masa kepemimpinannya, terutama dalam penanganan situasi darurat mulai dari pandemi Covid-19 hingga bencana gempa bumi dan pemenuhan kebutuhan donor darah.
“Muskab bukan hanya sekadar ajang pemilihan kepengurusan baru, tetapi lebih kepada evaluasi kinerja terhadap pelayanan kepada masyarakat sehingga semua bisa lebih ditingkatkan dan dirasakan secara langsung oleh warga. Saya berharap kepengurusan berikutnya diisi oleh sosok regenerasi yang dapat membawa visi-misi PMI lebih baik lagi, tetap melakukan evaluasi kesiapsiagaan relawan yang diandalkan, dan terus menjaga koordinasi yang kuat dengan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat,” harap Risnawanto.
Acara dilanjutkan dengan agenda Muskab V yaitu pengesahan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode 2021–2026, penetapan Pokok-Pokok Kebijakan dan Rencana Strategis PMI Pasaman Barat 2026–2031, serta pemilihan pengurus baru periode 2026–2031.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









