PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID – Operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, telah memasuki hari kedelapan. Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari SAR, BPBD, TNI-Polri, KSB, PMI, serta masyarakat setempat masih berjibaku di lapangan untuk menemukan tiga korban yang masih dinyatakan hilang.
Berdasarkan data lapangan, dari total korban yang dilaporkan, dua orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, proses pencarian tiga korban lainnya terus diintensifkan meski diadang berbagai kendala teknis dan alam.
Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, mengungkapkan bahwa kondisi medan pencarian tergolong sangat berat. Ketebalan material longsor, kondisi tanah yang masih labil, serta adanya aliran air yang terus bergerak di bawah timbunan menjadi tantangan utama bagi keselamatan tim evakuasi. Belum lagi cuaca yang kerap berubah drastis dari cerah menjadi hujan deras.
“Ini sudah memasuki hari kedelapan. Dua korban telah kami temukan, dan kami masih terus mencari tiga korban lainnya. Medan yang kami hadapi sangat menantang, namun seluruh tim tetap bekerja dengan penuh komitmen,” ujar Novi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam operasi ini, petugas menerapkan metode kombinasi. Alat berat dioperasikan pada titik-titik yang memungkinkan, sementara penggalian manual dilakukan di area yang sulit dijangkau atau berisiko tinggi. Pemetaan titik-titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban juga terus diperbarui setiap hari.
Di sisi lain, solidaritas masyarakat terlihat menjadi kekuatan tersendiri dalam operasi ini. Warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut ambil bagian dengan membantu membuka akses jalur, menyingkirkan puing kayu dan batu, hingga menyediakan logistik berupa makanan dan minuman bagi para relawan.
“Mohon doa dari seluruh masyarakat agar operasi ini berjalan aman dan seluruh korban dapat segera ditemukan,” tutup Novi.
Dukungan moral terus mengalir bagi keluarga korban yang dengan tabah menanti di titik pengungsian. Pemerintah daerah bersama instansi terkait memastikan bahwa pencarian tidak akan dihentikan dan seluruh sumber daya akan terus dioptimalkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan, demi memberikan kepastian bagi pihak keluarga.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









