PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.id – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memperkuat komitmen percepatan penurunan angka stunting melalui optimalisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail, mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, BUMN, BUMD, serta organisasi kemasyarakatan untuk berkolaborasi mendukung program tersebut.
Ajakan tersebut disampaikan Doddy San Ismail saat mewakili Bupati Pasaman Barat membuka pertemuan koordinasi GENTING di Aula Kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Pasaman Barat, Senin (29/6/2026).
Sekda Doddy menjelaskan, pelaksanaan GENTING merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang diperkuat melalui Peraturan BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI). Program tersebut juga mengacu pada Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Nomor 329/Kep/G2/2024 tentang Panduan Pelaksanaan GENTING.
Menurutnya, stunting bukan sekadar persoalan fisik luar anak, melainkan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak jangka panjang pada kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia. Melalui gerakan GENTING, intervensi dilakukan secara menyeluruh mencakup bantuan nutrisi berupa makanan bergizi siap santap, hingga bantuan nonnutrisi seperti penyediaan sarana sanitasi dan akses air bersih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Percepatan penurunan stunting membutuhkan kepedulian dan komitmen bersama. Kolaborasi seluruh pihak sangat penting agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan mampu memberikan dampak nyata. Berapa pun nilai donasi yang diberikan memiliki arti besar bagi masa depan anak-anak kita. Dengan semangat gotong royong, kita dapat memutus rantai stunting di Pasaman Barat,” ujar Doddy San Ismail.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini bertumpu pada validitas data pemetaan sasaran agar pelaksanaan intervensi tidak tumpang tindih dengan program lainnya. Masyarakat maupun pelaku usaha dapat menyalurkan donasi untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kaya protein melalui rekening resmi yang disediakan atau lewat petugas Keluarga Berencana (KB) di tiap kecamatan.
Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Pasaman Barat, Armen, menyampaikan bahwa penurunan stunting merupakan salah satu program prioritas yang diturunkan langsung dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga ke tingkat daerah dengan mengedepankan asas gotong royong.
“GENTING merupakan gerakan berbasis gotong royong yang melibatkan perusahaan, BUMN, BUMD, organisasi, dan masyarakat untuk memberikan dukungan nyata kepada keluarga berisiko stunting. Dengan sinergi seluruh pihak, kami optimistis angka stunting di Pasaman Barat dapat terus ditekan sehingga lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” jelas Armen.
Pertemuan ini diharapkan mampu menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas cakupan orang tua asuh bagi balita dan ibu hamil yang membutuhkan intervensi gizi di Kabupaten Pasaman Barat.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









