PADANG, SUMBAR.NEWSLINE.id – Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Sumatra Barat, Ruli Eka Pratama, secara tegas menyatakan pengunduran diri seluruh jajaran pengurus organisasi dari Partai Buruh. Langkah ini diambil Ruli sebagai bentuk kepatuhan terhadap garis komando pusat sekaligus merespons dinamika internal partai.
Ruli Eka Pratama mengungkapkan bahwa surat pengunduran diri telah disampaikan secara resmi kepada pihak Partai Buruh pada Rabu (2/7/2026). Ia menekankan bahwa keputusan ini bukan sekadar manuver pribadi, melainkan instruksi organisasi yang wajib dijalankan oleh seluruh kader hingga ke akar rumput.
“Ini bukan keputusan yang diambil secara mendadak. Kami di KSPSI AGN telah melakukan evaluasi secara matang dan menilai terdapat perbedaan yang semakin mendasar dalam cara pandang maupun arah perjuangan,” ujar Ruli saat memberikan keterangan di Padang, Rabu (2/7/2026).
Ruli menambahkan, keputusannya juga dipicu oleh kekecewaan terhadap arah kebijakan Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, yang dinilai sudah tidak lagi sejalan dengan aspirasi dan kepentingan buruh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai salah satu inisator berdirinya Partai Buruh di Sumatra Barat, Ruli mengaku berat hati harus mengambil langkah perpisahan. Ia mengenang perjuangan panjang bersama rekan-rekannya dalam merintis pondasi partai dari nol, yang didanai melalui gotong royong dan kontribusi kader KSPSI AGN se-Sumatra Barat.
“Secara pribadi tentu berat hati, karena kami adalah pondasi utama yang membangun partai ini di Sumbar tanpa bantuan eksternal. Namun, ketika arah kebijakan pusat dianggap melenceng, kami harus berani bersikap,” tegasnya.
Meski kini telah lepas dari afiliasi Partai Buruh, Ruli memastikan bahwa KSPSI AGN tetap berdiri tegak sebagai organisasi serikat pekerja. Ia memberikan kebebasan penuh kepada lebih dari 8.000 anggotanya di Sumatra Barat untuk menentukan arah politik masing-masing di masa depan.
“Tugas utama kami tidak berubah, yakni memperjuangkan hak dan kepentingan buruh. Mengenai pilihan politik, saya bebaskan kepada kader. Kami tidak akan membatasi hak demokrasi mereka,” tutup Ruli.
Langkah pengunduran diri di tingkat daerah ini merupakan tindak lanjut dari keputusan resmi di tingkat nasional. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di bawah pimpinan Andi Gani Nena Wea (AGN) bersama organisasi sayapnya, Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), telah resmi mengundurkan diri dan keluar dari Partai Buruh pada Jumat, 26 Juni 2026. Langkah tersebut diambil setelah adanya perbedaan arah perjuangan.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









