PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Talu bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasaman Barat melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Talamau, melaksanakan kalibrasi ulang arah kiblat di Lapas Talu, Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut berlangsung pukul 16.27 WIB, bertepatan dengan fenomena Rashdul Qiblah di wilayah Pasaman Barat.
Kepala Lapas Kelas III Talu, Yongki Yulianto, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya konkret untuk memastikan akurasi arah kiblat di sarana ibadah Lapas.
“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas sarana pembinaan kerohanian. Melalui kerja sama dengan KUA, kita memastikan arah kiblat ini presisi secara ilmiah,” ujarnya.
Kepala KUA Kecamatan Talamau, Yulman, S.Ag., bersama tim teknis turun ke lapangan di Lapas untuk melakukan proses pengukuran. Dalam prosesnya, tim menggunakan alat ukur istiwa’ serta kompas digital sebagai alat bantu verifikasi untuk memastikan tingkat akurasi maksimal di atas permukaan lantai musala yang telah ditentukan titik koordinatnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait kegiatan ini, Yulman menegaskan pentingnya kerja sama antar instansi dalam mendukung pembinaan kerohanian.
“Kerja sama ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan wujud kepedulian kami terhadap kualitas ibadah di lingkungan Lapas. Ilmu falak yang kita terapkan hari ini diharapkan dapat memberikan pemahaman baru bagi petugas dan warga binaan mengenai pentingnya keakuratan arah kiblat dalam Islam,” ujar Yulman.
Selain manfaat teknis, kegiatan ini juga memberikan edukasi praktis bagi warga binaan bahwa ilmu pengetahuan (ilmu falak) sangat relevan dalam mendukung ibadah sehari-hari, sekaligus menjadi sarana penguatan spiritual bagi mereka yang sedang menjalani masa pidana.
Hasil verifikasi ini nantinya menjadi acuan tetap bagi petugas dan warga binaan dalam melaksanakan ibadah sehari-hari. Diharapkan kerja sama antara Lapas Kelas III Talu dan KUA Talamau ini terus berlanjut, terutama dalam mendukung program pembinaan keagamaan yang lebih optimal bagi seluruh warga binaan di lingkungan Lapas Talu.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









