Polres Pasbar Ringkus 8 Tersangka Tambang Ilegal di Talamau, Ekskavator Disita

Sabtu, 17 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat kembali menindak tegas aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Dalam operasi yang digelar dini hari di kawasan Kasiak Putiah, Jorong Lubuak Sariak, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, polisi berhasil mengamankan delapan orang pelaku beserta satu unit alat berat.

​Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.Ik, dalam keterangannya pada Jumat (16/1/2026), membenarkan penangkapan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa operasi penindakan dilakukan pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 03.15 WIB, dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Iptu Habib Fuad Alhafsi, S.Tr.K.

​”Operasi ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas tambang ilegal di wilayah Nagari Kajai. Tim langsung bergerak ke lokasi dan mendapati satu unit ekskavator sedang beroperasi melakukan pengerukan,” ungkap Kapolres.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan delapan orang laki-laki dengan peran berbeda. Mereka adalah PSP (23) dan DH (34) sebagai operator alat berat, P (27) sebagai helper, AS (27) sebagai pengawas lapangan, serta empat orang pekerja box (anak bok) berinisial MH (23), M (44), D (33), dan MH (36).

​Selain para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Barang bukti tersebut meliputi satu unit ekskavator merek SDLG warna kuning, dua alat dulang emas, tiga lembar karpet penyaring, satu timbangan digital, serta pasir yang diduga mengandung butiran emas.

​Para pelaku saat ini telah ditahan di Mapolres Pasaman Barat untuk proses penyidikan lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 158 Jo Pasal 35 UU RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 miliar.

​Penindakan ini menegaskan keseriusan Polres Pasaman Barat dalam memberantas tambang ilegal. Kepolisian berkomitmen untuk terus menindak tegas para pelaku tanpa kompromi demi menjaga kelestarian lingkungan.***

Penulis : Syafril Erizon

Editor : Ajo Uban

Follow WhatsApp Channel sumbar.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Pasbar Pantau Hari Terakhir Pilwana Badunsanak di Kinali
Bupati Yulianto Bagikan Ribuan Masker untuk Pelajar dan Pengguna Jalan
Proyek Penahan Tebing Batang Pasaman Diharapkan Lindungi Permukiman Warga
Anggota DPRD Sulaiman Serahkan BPJS Ketenagakerjaan Bagi 447 Warga
Hadirkan Duta Baca Indonesia Gol A Gong, Pasbar Perkuat Gerakan Literasi
Adriwilza Dorong Program SIBAT PMI dan Penanaman Kelapa Genjah di Rantau Panjang
Kawal Kesiapan Porprov XVI, Niat Bakti Lubis Dampingi Peninjauan Venue Grasstrack
Kadispora Pasbar Afkar Wakili Bupati Yulianto Tutup Resmi Cabor Arung Jeram

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Bupati Pasbar Pantau Hari Terakhir Pilwana Badunsanak di Kinali

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Bupati Yulianto Bagikan Ribuan Masker untuk Pelajar dan Pengguna Jalan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Proyek Penahan Tebing Batang Pasaman Diharapkan Lindungi Permukiman Warga

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:42 WIB

Anggota DPRD Sulaiman Serahkan BPJS Ketenagakerjaan Bagi 447 Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Hadirkan Duta Baca Indonesia Gol A Gong, Pasbar Perkuat Gerakan Literasi

Berita Terbaru

Pasaman Barat

Bupati Pasbar Pantau Hari Terakhir Pilwana Badunsanak di Kinali

Rabu, 21 Okt 2026 - 07:35 WIB

Pasaman Barat

Anggota DPRD Sulaiman Serahkan BPJS Ketenagakerjaan Bagi 447 Warga

Senin, 12 Okt 2026 - 07:42 WIB