PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.id – Keselamatan ribuan pengunjung di objek wisata religi Ikan Larangan Lubuak Landua, Kecamatan Pasaman, menjadi atensi Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Sejumlah personel dan relawan telah bersiaga penuh di lokasi guna memastikan aktivitas warga berjalan aman selama masa liburan.
Pantauan di lapangan, Rabu (25/3/2026), petugas PMI yang terdiri dari Muhammad Iqbal, Wildatuz Zahra, serta Andro dari PMI Kecamatan Pasaman, tampak memantau aktivitas warga sejak pagi hari. Mereka fokus melakukan pengawasan di area sungai, mengingat ribuan pengunjung, terutama anak-anak tengah asyik mandi dan bermain bersama ikan-ikan besar yang menjadi ciri khas lokasi tersebut.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan keamanan pengunjung serta memberikan edukasi langsung. Kami terus memantau situasi agar jika terjadi hal yang tidak diinginkan, penanganan bisa dilakukan dengan cepat,” ungkap Muhammad Iqbal di sela-sela kegiatannya memantau area pemandian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran para relawan ini merupakan bagian dari kebijakan strategis markas kabupaten. Kamarkas PMI Pasaman Barat, Rida Warsa, menegaskan bahwa pengawalan di lokasi wisata merupakan agenda rutin organisasi dalam melayani masyarakat saat hari besar keagamaan.
“Kehadiran petugas dan relawan PMI di lokasi wisata ini merupakan bagian dari agenda kegiatan “Siaga Lebaran Idul Fitri 1447 H / 2026 M”. Untuk tahun ini, sebanyak 10 lokasi wisata menjadi titik kehadiran pengawasan PMI guna membantu pengawasan bersama pihak pengelola,” jelas Kamarkas.
Sinergi antara relawan PMI dan pengelola lokal pun mendapat respons positif. Aldo, pemuda syang bertugas menertibkan lokasi di Wisata Jorong Lubuak Landua, mengapresiasi kehadiran petugas PMI tersebut. Menurutnya, keberadaan Muhammad Iqbal dan rekan-rekan memberikan rasa tenang, baik bagi pengelola maupun pengunjung yang membeludak.
“Sangat terbantu dengan adanya PMI yang bersiaga. Mengingat lonjakan pengunjung, keamanan swadaya seperti ini sangat penting agar warga nyaman menikmati libur lebaran,” ujar Aldo.
Lubuak Landua memang menjadi primadona karena aksesnya yang mudah, sehingga memicu kedatangan wisatawan dari berbagai daerah seperti Kabupaten Pasaman, Agam, hingga provinsi tetangga. Lonjakan kunjungan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Minggu (29/3/2026) mendatang, bertepatan dengan tradisi Lebaran Enam dan akhir masa libur sekolah.
Objek wisata yang berdampingan dengan Masjid Syekh Abuya Lubuak Landua ini tetap terjaga kelestarian ikan larangannya sekaligus menjadi pusat edukasi agama Islam yang bersejarah. Melalui pengawalan ketat dari tim PMI, diharapkan momen libur lebaran tahun ini tetap berjalan kondusif, aman, dan selamat.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









