PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.id – Niniak Mamak Nagari Talu, Ir. H. Jhonny, Z.A MM.SI (TK. Bosa XV Kabuntaran Talu), mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera melakukan perbaikan total pada ruas jalan provinsi yang menghubungkan Simpang Empat menuju Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat. Langkah ini dinilai mendesak mengingat tingkat kerusakan jalan yang kian meluas dan membahayakan keselamatan para pengguna jalan.
Sikap tegas itu disampaikan Jhonny saat turun langsung meninjau titik longsor di kawasan Polong Enam, Nagari Talu, Senin (20/7/2026). Dalam peninjauan tersebut, ia didampingi oleh Danramil 03/Talu, Kapten Inf Sayutis, untuk melihat lebih dekat kondisi di jalur lintas provinsi ini.
”Kondisi kerusakan jalan lintas ini sudah sangat mengkhawatirkan dan tidak bisa lagi ditoleransi dengan perbaikan setengah-setengah. Sebelumnya pada November tahun lalu, kejadian longsor besar sudah menghantam wilayah Rimbo Kejahatan dan Kampung Pasanggiang. Namun saat ini, kondisi terparah justru bergeser ke Polong Enam,” ujar Jhonny.
Menurut Jhonny, permukaan jalan di titik Polongan Enam saat ini semakin genting dengan kemunculan retakan-retakan besar yang berpotensi amblas total. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya longsor susulan yang baru saja menghantam kawasan tersebut pada Minggu malam (19/07/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Senada dengan hal tersebut, Danramil 03/Talu, Kapten Inf Sayutis, menyatakan dukungan penuh aparat TNI dalam pengamanan dan kelancaran proses perbaikan di lapangan. Ia menekankan bahwa keselamatan publik harus menjadi prioritas utama.
”Kami dari unsur TNI siap bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat untuk membantu kelancaran upaya perbaikan jalan ini,” tegas Kapten Inf Sayutis.
Kendati demikian, mengingat intensitas curah hujan di wilayah Kecamatan Talamau saat ini masih cukup tinggi, ia memberikan imbauan bagi seluruh pengendara yang melintas agar waspada.
”Cuaca ekstrem ini dikhawatirkan dapat memicu terjadinya longsor susulan yang tak terduga, hingga pohon tumbang. Kami meminta masyarakat tetap hati-hati, kami juga meminta dinas terkait segera menjadikan titik ini sebagai prioritas anggaran sebelum jatuh korban jiwa,” pungkas Kapten Inf Sayutis.
Mengingat jalan ini merupakan penghubung Sumatera Barat dan Sumatera Utara, masyarakat Talamau bersama lembaga adat mendesak Dinas PUPR Provinsi Sumatera Barat segera melakukan perbaikan. Langkah cepat ini sangat krusial untuk mencegah kelumpuhan ekonomi serta menghindari kecelakaan fatal yang mengancam nyawa pengguna jalan.
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









