PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.id — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Kesehatan terus mendorong masyarakat, khususnya ibu hamil, untuk memanfaatkan fasilitas Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) yang telah disediakan di dekat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jambak. Program ini menjadi strategi penting dalam menekan risiko keterlambatan penanganan darurat persalinan, terutama bagi ibu hamil dengan kondisi berisiko tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Gina Alecia, M.Kes., menjelaskan bahwa RTK merupakan hunian sementara yang disediakan secara gratis bagi ibu hamil beserta pendamping.
“Fungsi utama RTK adalah mendekatkan akses bagi ibu hamil yang tinggal di pelosok atau daerah sulit dijangkau, sehingga keselamatan lebih terjamin dan tidak terjadi persalinan di perjalanan atau di rumah tanpa tenaga medis,” ujar dr. Gina dalam keterangannya.
Program RTK ini dikelola langsung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat dan berlokasi strategis di Jambak Jalur VII Timur, hanya berjarak sekitar 300 meter dari RSUD Pasaman Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program Rumah Tunggu Kelahiran ini dikelola langsung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat dan berlokasi dekat RSUD Jambak, sehingga akses darurat lebih cepat dan aman,” jelas dr. Gina.
Fasilitas yang tersedia mencakup kamar inap yang aman dan nyaman, dapur beserta peralatan masak, ruang tamu, alat kebersihan, serta akses komunikasi langsung dengan tenaga kesehatan. Selain itu, pasien dan pendamping juga mendapatkan konsumsi selama masa tinggal. Monitoring berkala dilakukan melalui Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
Sasaran utama layanan ini adalah ibu hamil, ibu nifas, serta bayi baru lahir yang membutuhkan akses dekat dengan fasilitas kesehatan. Prioritas diberikan kepada kehamilan berisiko seperti riwayat komplikasi persalinan atau kondisi medis kronis.
“Pasien yang membutuhkan layanan RTK dapat segera menghubungi Dinas Kesehatan atau Puskesmas setempat untuk mendapatkan pendampingan,” tambahnya.
Dengan hadirnya RTK, diharapkan angka risiko persalinan darurat di Pasaman Barat dapat ditekan, sekaligus memberikan rasa aman bagi ibu hamil dan keluarga.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









