DPRD Pasaman Barat Kawal Nasib 986 Honorer dan Relawan Kesehatan

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASAMAN BARAT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman Barat menggelar Rapat Gabungan Komisi I, II, dan IV bersama jajaran pemerintah daerah di Ruang Badan Musyawarah (Bamus), Kamis (5/2/2026).

Rapat ini secara khusus membahas nasib ratusan tenaga honorer dan relawan kesehatan yang belum terakomodir dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Berdasarkan data yang terungkap dalam rapat, saat ini terdapat sekitar 986 pegawai yang nasibnya masih menggantung, terdiri dari 770 guru honorer, 216 tenaga kesehatan, serta sejumlah tenaga teknis lainnya.

Ketua Forum Guru Honorer Pasaman Barat, Taufik Caniago, menjelaskan bahwa kendala administratif menjadi penghambat utama.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Banyak rekan kami yang pengabdiannya sudah lama, namun terkendala karena pernah mencoba seleksi CPNS atau masa kerjanya belum genap dua tahun saat pendaftaran dibuka. Kami berharap ada kebijakan khusus untuk ini,” ungkapnya.

Kondisi tersebut memicu reaksi keras dari legislatif. Ketua Komisi II DPRD Pasaman Barat, Nefri, menyoroti ketidaksinkronan data relawan kesehatan yang faktanya masih aktif melayani masyarakat namun statusnya belum jelas.

“Ini bukan sekadar persoalan sosial, tapi persoalan kehidupan keluarga mereka. Kalau mereka masih aktif menyuplai data ke Dinas Kesehatan dan Nagari, artinya mereka terdata. Jangan kita ‘bunuh’ masa depan mereka,” tegas Nefri.

Senada dengan itu, Ketua Komisi IV DPRD, Erianto, menegaskan bahwa lembaga legislatif akan terus mengawal isu ini.

“Kami akan terus memberikan rekomendasi agar pemerintah daerah proaktif mencari solusi hukum untuk mengakomodir rekan-rekan honorer kita menjadi P3K,” ujarnya.

Menanggapi desakan tersebut, Kepala BKPSDM Pasaman Barat, Agusli, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat.

“Kami memahami kondisi di lapangan dan terus berupaya agar pengangkatan ini tetap berjalan sesuai regulasi pusat yang berlaku,” jelas Agusli.

Rapat ditutup dengan desakan DPRD agar BKPSDM segera melakukan verifikasi ulang data tenaga honorer yang masih aktif bekerja guna menjamin kepastian nasib mereka ke depan.***

Penulis : Syafril Erizon

Editor : Ajo Uban

Follow WhatsApp Channel sumbar.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Pasaman Barat Lakukan Penanganan Darurat Banjir Talamau dan Salurkan Bantuan
PMI Pasaman Barat Terjunkan Tim ke Lokasi Menyusul Banjir dan Longsor di Kecamatan Talamau
Kapolsek Talamau Pimpin Penanganan Banjir Akibat Luapan Sungai di Nagari Kajai Selatan
Kapolsek Talamau dan Tim Gabungan Buka Jalur Longsor Pasanggiang
Lapas Talu Komitmen Penuhi Hak dan Perlindungan Anak di Hari Anak Nasional 2026
Tingkatkan Budaya Literasi, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pasbar Gelar Pembekalan dan Lomba Resensi Buku
PMI Pasaman Barat dan PMI Padang Sepakati Layanan Kemanusiaan untuk Pasien Rujukan
Polsek Kinali Polres Pasaman Barat Bekuk Target Operasi Kasus Pencurian

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:27 WIB

Pemkab Pasaman Barat Lakukan Penanganan Darurat Banjir Talamau dan Salurkan Bantuan

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:54 WIB

PMI Pasaman Barat Terjunkan Tim ke Lokasi Menyusul Banjir dan Longsor di Kecamatan Talamau

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:12 WIB

Kapolsek Talamau Pimpin Penanganan Banjir Akibat Luapan Sungai di Nagari Kajai Selatan

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:47 WIB

Kapolsek Talamau dan Tim Gabungan Buka Jalur Longsor Pasanggiang

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:14 WIB

Lapas Talu Komitmen Penuhi Hak dan Perlindungan Anak di Hari Anak Nasional 2026

Berita Terbaru

Oplus_131072

Sumatera Barat

Kapolsek Talamau dan Tim Gabungan Buka Jalur Longsor Pasanggiang

Minggu, 26 Jul 2026 - 07:47 WIB