PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pasaman Barat menggelar kegiatan Pendidikan Politik Kader dengan tema “Merawat Persatuan dengan Pembangunan, Jalan Pulang Menuju Ka’bah”. Acara berlangsung di Kantor DPC PPP, Kampung Cubadak, Kecamatan Pasaman, Senin (13/10/2025), dan diikuti oleh pengurus PAC dan DPC se-Pasaman Barat.
Ketua Panitia, Hendrizon, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan memperkuat pemahaman politik kader di tingkat cabang dan anak cabang. Ia menambahkan, pelaksanaan tahap kedua akan digelar di lokasi berbeda untuk menjangkau lebih banyak peserta.
Kegiatan ini sepenuhnya didanai melalui Bantuan Politik (Banpol) dari Kantor Kesbangpol Kabupaten Pasaman Barat. Kepala Badan Kesbangpol, Yosmar Difia, turut hadir sekaligus mewakili Bupati Pasaman Barat yang berhalangan hadir.
“Pendidikan politik adalah hak masyarakat dan bagian penting dalam membangun demokrasi yang sehat. Kami mengapresiasi DPC PPP atas konsistensinya menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Yosmar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPC PPP Pasaman Barat, Muhammad Umar, S.E., dalam sambutannya sekaligus membuka acara, menyampaikan bahwa PPP telah menyelesaikan Muktamar ke-10 di Jakarta pada 27–29 September lalu. Meskipun sempat terjadi dinamika internal, akhirnya disepakati bahwa H. Mardiono tetap menjadi Ketua Umum PPP.
“PPP saat ini sudah solid, tidak ada lagi istilah dua kubu. Ke depan, kita akan melaksanakan Muswil dan Muscab di seluruh kabupaten/kota,” tegas Umar.
Ia juga menyatakan tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai Ketua DPC dan akan memberi ruang bagi kader muda untuk tampil. Menurutnya, dinamika dalam partai adalah bagian dari pendewasaan demokrasi yang harus disikapi dengan semangat kekeluargaan.
PPP Pasaman Barat menargetkan pembentukan fraksi penuh dengan empat kursi DPRD pada Pemilu 2029. Untuk itu, mesin partai akan diaktifkan kembali dari tingkat bawah hingga pusat.
Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri dari DPW PPP Sumatera Barat, yaitu H. Amora Lubis, S.Sos dan Arni, S.E., M.M. Mereka membawakan materi tentang sejarah PPP, visi dan misi partai, serta transformasi politik dalam menghadapi perubahan zaman dan strategi memperoleh kekuasaan.
Amora Lubis menekankan pentingnya memahami akar sejarah partai. PPP lahir pada 5 Januari 1973 dari fusi empat partai Islam: NU, Parmusi, PSII, dan PERTI. Sejak itu, PPP telah mengikuti 11 kali pemilu dengan tetap menjaga identitas sebagai partai Islam.
“Visi PPP adalah terwujudnya masyarakat yang bertakwa kepada Allah SWT. Kita tidak boleh melupakan sejarah, karena dari sanalah arah perjuangan kita ditentukan,” ujar Amora.
Kegiatan pendidikan politik ini menjadi momentum penting bagi PPP Pasaman Barat dalam memperkuat konsolidasi internal, membangun kaderisasi, dan menyiapkan strategi menuju Pemilu 2029. Dengan semangat persatuan dan pembangunan, PPP berkomitmen menjadi partai yang relevan, inklusif, dan berakar kuat di tengah masyarakat. (*)









