PASAMAN BARAT – Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah VI Sumatera Barat, Rudy Pranata, S. Pd., M.Si., menegaskan bahwa masuknya Silat Tradisi sebagai ekstrakurikuler di sekolah menengah adalah mandat yang harus dijalankan. Hal ini disampaikannya saat menghadiri peluncuran program tersebut di SMAN 1 Pasaman, Sabtu (24/1/2026).
Dalam sambutannya, Rudy menekankan tiga hal krusial terkait kebijakan baru ini.
“Sesuai arahan Dinas Pendidikan Provinsi dan visi Bapak Wakil Gubernur, Silat Tradisi kini berstatus ekstrakurikuler wajib. Ini adalah regulasi yang mengikat, bukan imbauan sukarela. Kami minta sekolah segera menyesuaikan dokumen kurikulumnya,” tegas Rudy.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di balik ketegasan aturan tersebut, Rudy menyoroti tujuan mulia pembentukan karakter.
“Kita ingin mencetak Generasi Emas yang tidak hanya cerdas otaknya, tapi juga tangguh mentalnya. Melalui filosofi silat, anak-anak belajar hormat, rendah hati, dan sportivitas. Inilah ‘imun’ budaya yang kita suntikkan ke siswa,” tambahnya.
Untuk memastikan program berjalan efektif, Cabdin Wilayah VI akan mengaktifkan fungsi monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala.
“Kami akan pantau terus. Jangan sampai ada sekolah yang hanya menjalankannya di atas kertas. Kami akan bersinergi dengan Pengawas Sekolah untuk memastikan silat tradisi benar-benar diajarkan dengan standar yang tepat,” tutupnya.
Acara yang dipusatkan di SMAN 1 Pasaman ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Pasaman Barat, drh. Doddy San Ismail, MM., dan Ketua IPSI Pasaman Barat, H. Adriwilza, S.E., M.Pd., M.Si., yang menyatakan kesiapannya mendukung penyediaan pelatih bersertifikasi.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









