PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat resmi menerima paket bantuan perlengkapan ibadah dan ribuan potong pakaian dari Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan untuk masyarakat terdampak bencana alam di daerah tersebut, Senin (16/3/2026).
Bantuan dari Presiden Republik Indonesia tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Fasilitas Transfer dan Pembiayaan Utang Daerah Kemendagri Nasrun bersama tim kepada Bupati Pasaman Barat Yulianto di Simpang Empat.
Bupati Pasaman Barat Yulianto menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat atas kepedulian nyata yang diberikan kepada masyarakat Pasaman Barat, khususnya warga yang tertimpa musibah.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Kemendagri. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Dukungan ini akan dimanfaatkan untuk membantu proses penanganan serta pemulihan mental dan spiritual warga terdampak bencana,” ujar Yulianto.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun paket bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan sarana ibadah, antara lain 1.000 mushaf Alquran, 1.000 lembar sajadah, 1.000 helai sarung, serta 1.000 set mukena.
Selain perlengkapan ibadah, pemerintah pusat juga menyerahkan bantuan sandang dewasa berupa 1.000 potong celana, 100 jaket, 100 kaus, 100 kemeja, 100 jilbab, 6.600 potong baju tidur, serta 100 potong aneka pakaian lainnya.
Bupati menegaskan, pihaknya melalui dinas terkait akan segera mendistribusikan seluruh bantuan tersebut agar tepat sasaran dan langsung dimanfaatkan oleh warga yang membutuhkan.
Direktur Fasilitas Transfer dan Pembiayaan Utang Daerah Kemendagri Nasrun berharap bantuan ini mampu meringankan beban warga sekaligus mempercepat pemulihan kondisi sosial di wilayah terdampak.
Bencana banjir dan longsor yang melanda Pasaman Barat pada akhir November 2025 lalu mengakibatkan lima orang meninggal dunia serta tiga orang lainnya dinyatakan hilang.
Peristiwa tersebut turut menyebabkan kerusakan fisik yang luas, mencakup 83 rumah rusak, 17 ruas jalan dan 15 jembatan rusak, 16 sekolah terdampak, serta 603,39 hektare lahan pertanian produktif terendam.
Dampak lainnya meliputi kerusakan satu unit pasar tradisional, tujuh kios, 23 rumah ibadah, dan tiga fasilitas layanan kesehatan.
Berdasarkan data kaji cepat, nilai kerusakan dan kerugian pada sektor perumahan mencapai Rp6,85 miliar, sementara sektor infrastruktur menelan kerusakan dan kerugian terbesar senilai Rp673,24 miliar.
Pada sektor ekonomi, kerugian tercatat sebesar Rp51,36 miliar, sektor sosial mencapai Rp2,50 miliar, dan dampak lintas sektor mencapai Rp669,34 juta.
Secara keseluruhan, estimasi kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Pasaman Barat mencapai Rp846.610.176.339,42.
Kebutuhan anggaran pemulihan tersebut meliputi sektor infrastruktur sebesar Rp680,87 miliar, lintas sektor Rp133,86 miliar, ekonomi Rp23,54 miliar, perumahan Rp5,73 miliar, serta sektor sosial Rp2,59 miliar.
Penyaluran bantuan ini menjadi wujud nyata perhatian pemerintah pusat dalam mendampingi pemerintah daerah mempercepat pemulihan fisik, sosial, dan spiritual masyarakat Pasaman Barat pascabencana. ***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









