PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pemkab Pasbar) melanjutkan gerak cepat tanggap bencana dengan menyalurkan logistik dalam jumlah besar dari cadangan pangan daerah ke lima kecamatan terdampak banjir dan longsor pada Minggu (30/11). Bupati Pasbar, Yulianto, bersama Wakil Bupati M. Ihpan turun langsung meninjau kondisi warga dan memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.
Turut mendampingi rombongan tersebut antara lain Ketua Tim Penggerak PKK Sifrowati Yulianto, Ketua Dharma Wanita, Kasi Intel Kejaksaan Mas Beni Saragih, Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Muharram, Kasat Pol PP Handoko, Kadis Ketahanan Pangan drh. Eka Diana Oktavia, Kadis Kominfo Armen, Kadis P3AP2KB dr. Rahmadiana, serta Kabag Kesra Getri Ardenis. Rombongan mengantarkan logistik ke posko-posko tanggap darurat di lima kecamatan: Pasaman, Lembah Melintang, Koto Balingka, Sungai Beremas, dan Ranah Batahan. Dukungan material juga terus mengalir dari perusahaan sawit dan pihak ketiga lainnya.
Di sela-sela penyaluran, Bupati Yulianto menyampaikan permohonan maaf kepada warga, terutama di wilayah Ranah Batahan yang berada di daerah paling ujung, karena keterlambatan kunjungan akibat akses yang sempat terputus.
“Kami berupaya hadir di tengah masyarakat sejak banjir melanda hingga hari ini. Hampir 90 persen wilayah Pasaman Barat terdampak banjir. Terima kasih kepada seluruh pihak yang memberikan dukungan moral maupun material bagi warga kita,” ujar Bupati Yulianto.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat dari Desa Baru Barat, Murdopo, mengaku kehadiran fisik pimpinan daerah memberikan kekuatan moral tersendiri bagi masyarakat.
“Kami tidak merasa ditinggalkan. Lihat para pemimpin datang ke sini saja sudah menguatkan dan akan menjadi semangat semangat baru bagi kami masyarakat Desa Baru ini,” tuturnya.
Selain fokus menyalurkan bantuan, Bupati Yulianto dan rombongan juga melakukan peninjauan langsung terhadap kerusakan serius di lapangan. Mereka meninjau kondisi Akses Jalan yang tergerus di bibir pantai Air Bangis dan jalan yang putus di Aek Napal, Nagari Desa Baru, Kecamatan Ranah Batahan.
Peninjauan juga menyasar sektor Lahan Pertanian, di mana lahan persawahan Salak Laweh seluas 55 hektare yang merupakan sentra penyedia pangan Pasbar, mengalami kerusakan parah akibat meluapnya Batang Laping. Mengenai kerusakan sentra pangan tersebut, Bupati menegaskan perlunya solusi cepat.
“Tentu kondisi ini harus segera kita cari solusinya. Kita akan bahas lebih lanjut apakah sungai perlu dikeruk atau diperlebar. Mengingat daerah ini merupakan penyumbang pangan bagi Pasbar, penanganan harus dilakukan dengan cepat dan tepat,” tambah Bupati.
Menutup rangkaian kegiatan penyaluran bantuan hari itu, Wakil Bupati H. M. Ihpan di Aek Napal menegaskan kepada masyarakat bahwa bantuan yang diserahkan bukanlah akhir dari upaya pemerintah daerah. Beliau menjamin bahwa penyaluran logistik, khususnya beras, akan terus dilakukan dalam beberapa hari ke depan, disesuaikan dengan data masyarakat terdampak yang telah divalidasi oleh pihak nagari.
“Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi. Penyaluran bantuan akan diperluas ke titik-titik lain sesuai dengan asesmen kondisi lapangan dan data yang kita terima dari pihak nagari,” tegas Wakil Bupati Ihpan.
Dukungan moral dari pimpinan daerah, yang disambut baik oleh tokoh masyarakat, diharapkan dapat menjadi katalisator semangat baru bagi warga terdampak. Pemkab kini memprioritaskan pembahasan solusi cepat dan tepat terkait perbaikan akses dan revitalisasi lahan pertanian Salak Laweh, demi mengembalikan Pasaman Barat menuju kondisi normal.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









