PADANG, SUMBAR.NEWSLINE.ID – Bupati Pasaman Barat, Yulianto, memaparkan secara rinci dampak kerusakan akibat banjir dan longsor yang melanda wilayahnya akhir tahun lalu. Dalam Rapat Koordinasi Finalisasi Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Sumatera Barat di Auditorium Gubernuran, Kamis (8/1/2026).
Rapat yang dibuka oleh Sekretaris Utama BNPB Rustian ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, serta kepala daerah dari wilayah terdampak. Dari Pasaman Barat, Bupati didampingi oleh Sekda Doddy San Ismail dan sejumlah kepala OPD terkait.
Dalam paparannya, Yulianto menjelaskan bahwa bencana yang terjadi pada akhir November 2025 tersebut tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga meluluhlantakkan infrastruktur dan sektor ekonomi masyarakat.
“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung kebijakan penanganan pascabencana. Rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya memulihkan fisik, tetapi juga harus dibarengi penguatan mitigasi untuk menekan risiko bencana ke depan,” tegas Yulianto.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data yang dihimpun, bencana tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan tiga orang dinyatakan hilang. Kerusakan fisik meliputi 83 unit rumah, 17 ruas jalan, 15 jembatan, 16 unit sekolah, serta 603,39 hektare lahan pertanian. Selain itu, kerusakan juga menyasar satu pasar (7 kios), 23 tempat ibadah, dan tiga fasilitas kesehatan.
Adapun estimasi kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi yang diusulkan mencapai total Rp 846.610.176.339,42. Angka tersebut didominasi oleh sektor infrastruktur yang membutuhkan dana paling besar yakni Rp 680.875.955.908,42, diikuti oleh kebutuhan lintas sektor sebesar Rp 133.862.494.000. Selanjutnya, kebutuhan untuk sektor ekonomi tercatat sebesar Rp 23.540.738.231, sektor perumahan Rp 5.733.000.000, serta sektor sosial sebesar Rp 2.597.988.200.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Utama BNPB, Rustian, menekankan pentingnya validitas data dalam dokumen R3P sebagai dasar penyaluran bantuan.
“Data yang valid menjadi kunci agar bantuan, relokasi warga, hingga perbaikan infrastruktur dapat tepat sasaran. Berdasarkan dokumen R3P ini, BNPB siap mendukung penuh proses rehabilitasi dan rekonstruksi daerah terdampak melalui kementerian terkait,” ujar Rustian.
Acara tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen “Sumbar Bangkit” oleh Bupati Yulianto bersama 12 kepala daerah lainnya, sebagai simbol kesepahaman untuk mempercepat pemulihan pascabencana yang terarah dan akuntabel.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









