PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID – Bupati Pasaman Barat (Pasbar), H. Yulianto, didampingi BPBD, Dinas Sosial, dan Ketua TP-PKK Ny. Sifrowati Yulianto, bergerak cepat memantau dan menanggapi meluasnya dampak banjir di wilayah Pasbar.
Pada Kamis (27/11), Bupati turun langsung ke Kecamatan Sasak Ranah Pasisie untuk memimpin evakuasi warga sekaligus menyalurkan bantuan makanan darurat.
Menurut data terbaru yang disampaikan oleh Bupati, bencana banjir kali ini telah melanda 10 dari 11 kecamatan di Pasbar. Hanya Kecamatan Luhak Nan Duo yang dilaporkan masih aman dari luapan air.
Tingginya intensitas banjir dan posisi Pasbar sebagai daerah pesisir menimbulkan tantangan besar dalam pendistribusian logistik dan evakuasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Yulianto secara tegas menyampaikan kebutuhan mendesak daerah.
“Saat ini Gubernur Sumbar sudah menyatakan status darurat bencana. Kita di daerah pantai sangat membutuhkan bantuan berupa makanan dan alat transportasi untuk mendistribusikan logistik tersebut. Ke depan, kita sangat membutuhkan speed boat,” kata Bupati Yulianto.
Dalam peninjauan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menyalurkan beragam bantuan darurat, meliputi bahan pangan dan sembako, mi instan, air mineral, beras, perlengkapan P3K, tikar dan terpal, roti serta makanan siap saji, obat-obatan, dan berbagai kebutuhan darurat lainnya.
Meski demikian, Pemkab Pasbar menghadapi tantangan logistik yang serius.
Bupati mengungkapkan bahwa 10 ton beras yang telah dipesan sebagai stok pangan darurat saat ini masih tertahan di Kabupaten Agam akibat akses jalan yang terputus.

Bupati Yulianto menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas uluran tangan dari berbagai pihak.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Kami terus mengimbau perusahaan-perusahaan, baik BUMN maupun BUMD di Pasbar, untuk turut serta memberikan bantuan sesuai kemampuan. Untuk yang sudah menyalurkan, kami ucapkan terima kasih.”
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat terdampak untuk tetap sabar dan bahu-membahu dalam menghadapi situasi sulit ini.
Menghadapi tantangan logistik dan luasnya dampak bencana, sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat Pasbar menjadi kunci percepatan pemulihan. Diharapkan seluruh warga tetap tabah, sabar, dan senantiasa waspada hingga kondisi lingkungan kembali normal.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









