PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyalurkan sebanyak 1.026 paket sembako senilai Rp500 juta kepada warga Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, yang terdampak banjir berkepanjangan. Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Komisaris BRI Helvi Yuni Moraza, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), di Kantor Wali Nagari Sasak pada Kamis (18/12/2025).
Kegiatan penyaluran bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI ini disambut hangat oleh masyarakat setempat. Turut hadir Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Pasaman Barat, Endang Rirpinta, beserta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemangku kepentingan terkait.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Endang Rirpinta menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas kepedulian BRI.
“Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang sedang menghadapi pasca-bencana banjir. Ibarat hujan deras di musim kemarau, bantuan ini datang di saat yang tepat. Kami bangga karena perhatian ini disampaikan langsung oleh Bapak Helvi Yuni Moraza, putra daerah Sasak,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga memohon maaf atas ketidakhadiran Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda Pasaman Barat karena padatnya agenda, namun menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengurangi rasa terima kasih pemerintah daerah.
Sementara itu, Helvi Yuni Moraza menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian BRI terhadap masyarakat terdampak bencana alam, khususnya banjir yang kerap melanda wilayah Sasak, termasuk ancaman abrasi pantai.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga. Musibah ini adalah ujian yang harus dihadapi dengan sabar dan tawakal. Semoga infrastruktur yang rusak segera pulih, dan masyarakat Sasak bangkit lebih kuat,” katanya.
Banjir yang melanda Pasaman Barat sejak akhir November 2025 telah memengaruhi beberapa kecamatan, termasuk Sasak Ranah Pasisie, dengan ribuan warga terdampak dan sebagian mengungsi. Pemerintah daerah telah memperpanjang status tanggap darurat hingga akhir Desember untuk mempercepat pemulihan.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









