Padang, Newsline Sumbar – Badan Persiapan Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (BP2DIM) mengambil langkah tegas untuk meluruskan dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Menyikapi beredarnya surat penolakan wacana DIM yang mengatasnamakan Kerajaan Pagaruyuang, BP2DIM secara resmi membantah legitimasi surat tersebut pada Senin (3/11/2025).
Dalam klarifikasi resminya, BP2DIM mengungkap hasil penelusuran Tim Hukum yang dipimpin oleh Dr. Taswem Tarib, S.H., M.H., yang juga diketahui merupakan kerabat dekat keluarga besar keturunan Raja Pagaruyuang. Berdasarkan keterangan Sutan Muhammad Yusuf, adik kandung Raja Pagaruyuang yang sah, ditegaskan bahwa sosok yang mengaku sebagai “Sultan Pagaruyuang IX” tidak memiliki dasar genealogis, adat, maupun historis.
“Dengan demikian, surat penolakan yang mengatasnamakan Kerajaan Pagaruyuang tidak memiliki legitimasi,” tegas BP2DIM.
Lebih jauh, BP2DIM menegaskan bahwa wacana DIM bukanlah gerakan untuk memecah belah, melainkan murni sebuah gerakan moral dan kultural. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kembali martabat, karakter, dan kesejahteraan masyarakat Minangkabau di bawah payung Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lembaga ini juga meluruskan statusnya yang bukan merupakan Ormas, melainkan sebuah gagasan moral-politik yang telah digerakkan oleh tokoh adat dan masyarakat sejak 2014. Pemilihan nama “Daerah Istimewa Minangkabau” pun didasari oleh suku mayoritas, namun BP2DIM menjamin penghormatan penuh terhadap semua etnis yang ada di Sumatera Barat.
BP2DIM menegaskan bahwa dinamika yang terjadi belakangan ini justru semakin memperkuat tekad masyarakat Minangkabau di ranah dan rantau untuk mewujudkan Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (DIM) sebagai aktualisasi nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di era modern.
BP2DIM akan segera mengaktifkan sekretariat di 19 kabupaten/kota di Sumbar dan perwakilan di rantau, menandakan keseriusan mereka untuk terus mengkonsolidasikan gagasan ini. (AJO)
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban
Sumber Berita: Press Release BP2DIM









