Abrasi Sungai Batang Talu Ancam Pemukiman, Material Longsor Berpotensi Picu Banjir Bandang

Jumat, 26 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID – Wali Nagari Talu, Mahyu Danil, mengungkapkan kekhawatiran serius atas ancaman abrasi Sungai Batang Talu yang kian menggerus tepian sungai.

Material tanah bekas longsor di Pasanggiang yang menumpuk di aliran sungai kini mengancam keselamatan jiwa, masjid, serta pemukiman di hilir, dan memerlukan penanganan darurat dari pemerintah daerah.

Menurut Danil, situasi di kawasan tersebut semakin parah akibat erosi sungai yang terus terjadi. Material longsor yang menumpuk berpotensi menyumbat aliran sungai dan memicu banjir bandang, terutama saat musim hujan tiba.

“Material longsor yang menumpuk di Pasanggiang berpotensi menyumbat aliran sungai dan memicu banjir bandang, terutama saat musim hujan tiba,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (25/12/2025).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kampung Munggu Lubuk Paniang, Jorong Patomuan, Nagari Talu, juga menghadapi ancaman banjir besar dari Sungai Batang Talu setiap kali hujan deras turun. Pertemuan aliran Sungai Batang Talu dengan Batang Sinuruik menjadi pemicu utama yang dapat menyebabkan luapan air ke pemukiman warga.

“Saat hujan intens, air bah berpotensi meluap dan merendam rumah-rumah penduduk. Kami sudah memperingatkan warga untuk waspada,” tambah Danil.

Sementara itu, kondisi Jalan Polong Onam mengalami kerusakan parah dan terancam putus total akibat longsor serta erosi yang terus terjadi. Akses transportasi utama bagi warga setempat kini terputus, menghambat mobilitas dan distribusi bantuan.

Kerusakan jalan ini semakin memperparah isolasi warga, khususnya dalam mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan pokok sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, BPBD, dan dinas terkait untuk segera melakukan penanganan darurat. Langkah prioritas yang diharapkan meliputi pembersihan material longsor, pembangunan tanggul pengaman, serta normalisasi aliran sungai.

“Kami berharap pemerintah segera turun tangan sebelum terjadi bencana yang lebih besar. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama,” ujar Danil.

Warga diimbau tetap waspada, menghindari aktivitas di sekitar sungai, dan memantau prakiraan cuaca dari BMKG untuk mengantisipasi potensi bencana susulan.***

Penulis : Syafril Erizon

Editor : Ajo Uban

Follow WhatsApp Channel sumbar.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati HUT ke-81 RI dan HUT ke-28 PAN, DPD PAN Pasbar Gelar Festival Lagu Dangdut
Respons Cepat Call Center 110, Tim URC Polres Pasbar Amankan Pemuda Bersenjata Tajam di Rimbo Janduang
Nomor Urut 5 Pilwana Muaro Kiawai Hilir, Ipendri Usung Semangat Kepemimpinan Melayani
Pilwana Aua Kuniang 2026: Hendro Nomor Urut 3, Usung Filosofi Tigo Tungku Sajarangan
Polres Pasaman Barat Ungkap Kasus Kekerasan Seksual di Air Bangis, Lima Pemuda Diringkus
Polres Pasaman Barat Bongkar Pelarian Pelaku Pembacokan Istri hingga ke Sumatera Utara
Pasangan Ganda Putri Inaya Krasiva-Keisya Aidillya Putri Raih Juara I Kejuaraan Badminton Kapolres Pasaman Barat Cup III 2026
Polres Pasaman Barat Ungkap Tragedi Berdarah di Sungai Aur, Pelaku Pembunuhan Terancam 20 Tahun Penjara

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:55 WIB

Peringati HUT ke-81 RI dan HUT ke-28 PAN, DPD PAN Pasbar Gelar Festival Lagu Dangdut

Selasa, 1 September 2026 - 21:54 WIB

Respons Cepat Call Center 110, Tim URC Polres Pasbar Amankan Pemuda Bersenjata Tajam di Rimbo Janduang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Nomor Urut 5 Pilwana Muaro Kiawai Hilir, Ipendri Usung Semangat Kepemimpinan Melayani

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Pilwana Aua Kuniang 2026: Hendro Nomor Urut 3, Usung Filosofi Tigo Tungku Sajarangan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Polres Pasaman Barat Ungkap Kasus Kekerasan Seksual di Air Bangis, Lima Pemuda Diringkus

Berita Terbaru