PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID – Wali Nagari Talu, Mahyu Danil, mengungkapkan kekhawatiran serius atas ancaman abrasi Sungai Batang Talu yang kian menggerus tepian sungai.
Material tanah bekas longsor di Pasanggiang yang menumpuk di aliran sungai kini mengancam keselamatan jiwa, masjid, serta pemukiman di hilir, dan memerlukan penanganan darurat dari pemerintah daerah.
Menurut Danil, situasi di kawasan tersebut semakin parah akibat erosi sungai yang terus terjadi. Material longsor yang menumpuk berpotensi menyumbat aliran sungai dan memicu banjir bandang, terutama saat musim hujan tiba.
“Material longsor yang menumpuk di Pasanggiang berpotensi menyumbat aliran sungai dan memicu banjir bandang, terutama saat musim hujan tiba,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (25/12/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kampung Munggu Lubuk Paniang, Jorong Patomuan, Nagari Talu, juga menghadapi ancaman banjir besar dari Sungai Batang Talu setiap kali hujan deras turun. Pertemuan aliran Sungai Batang Talu dengan Batang Sinuruik menjadi pemicu utama yang dapat menyebabkan luapan air ke pemukiman warga.
“Saat hujan intens, air bah berpotensi meluap dan merendam rumah-rumah penduduk. Kami sudah memperingatkan warga untuk waspada,” tambah Danil.
Sementara itu, kondisi Jalan Polong Onam mengalami kerusakan parah dan terancam putus total akibat longsor serta erosi yang terus terjadi. Akses transportasi utama bagi warga setempat kini terputus, menghambat mobilitas dan distribusi bantuan.
Kerusakan jalan ini semakin memperparah isolasi warga, khususnya dalam mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan pokok sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, BPBD, dan dinas terkait untuk segera melakukan penanganan darurat. Langkah prioritas yang diharapkan meliputi pembersihan material longsor, pembangunan tanggul pengaman, serta normalisasi aliran sungai.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan sebelum terjadi bencana yang lebih besar. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama,” ujar Danil.
Warga diimbau tetap waspada, menghindari aktivitas di sekitar sungai, dan memantau prakiraan cuaca dari BMKG untuk mengantisipasi potensi bencana susulan.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









