Mencekam! Beruang Serang Warga dan Petugas BKSDA di Sinuruik

Minggu, 15 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASAMAN BARAT – Suasana mencekam menyelimuti Kampung Koto Panjang, Kejorongan Kemajuan, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, menyusul masuknya seekor beruang ke permukiman warga pada Minggu (15/2/2026). Kehadiran satwa liar ini memicu kepanikan setelah dilaporkan adanya serangan yang melukai warga hingga petugas.

Berdasarkan keterangan warga setempat, Mulyadi, beruang tersebut awalnya menyerang tiga orang yang sedang beraktivitas di sawah. Akibat serangan itu, para korban harus dilarikan ke fasilitas kesehatan; satu orang dirawat di RSUD Jambak dan dua lainnya di Puskesmas Talu. Kondisi mereka kini dilaporkan stabil, pengawasan medis masih terus dilakukan.

Ketegangan di lokasi meningkat saat petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) turun tangan untuk melakukan penanganan. Alih-alih berhasil dihalau, beruang tersebut justru menyerang salah satu petugas dan melukai.

Situasi ini membuat warga merasa terancam. Mulyadi menegaskan bahwa keberadaan satwa tersebut sudah sangat meresahkan kehidupan sehari-hari masyarakat.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami di kampung sudah sangat khawatir. Kemarin ada tiga orang yang jadi korban di sawah, sekarang malah petugas BKSDA juga diserang. Kami berharap jangan sampai ada lagi korban berikutnya,” ungkap Mulyadi.

Ia menambahkan bahwa aktivitas di ladang dan sawah kini penuh risiko, sehingga banyak warga yang memilih untuk tidak bekerja karena merasa tidak aman.

“Kami tidak tenang bekerja, apalagi kalau berangkat ke sawah sendirian. Harapan kami pemerintah segera bertindak agar beruang ini tidak lagi mengancam,” lanjutnya.

Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu langkah dan laporan resmi dari pihak BKSDA untuk menangani konflik satwa ini. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi konflik satwa liar, mengingat perubahan habitat seringkali mendorong satwa masuk ke wilayah manusia. Warga berharap ada solusi jangka panjang agar keselamatan mereka terjamin dan aktivitas ekonomi dapat kembali normal tanpa rasa takut.

Untuk sementara, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menghindari aktivitas sendirian di area hutan maupun persawahan, serta terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang.***

Penulis : Syafril Erizon

Editor : Ajo Uban

Follow WhatsApp Channel sumbar.newsline.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Gabungan Polda Sumbar dan Polres Pasbar Bekuk Kurir Bawa 30 Paket Ganja
Jadi Motor Program 3 Juta Rumah, BRI Pimpin Penyaluran KUR Perumahan
Pemkab Pasaman Barat Lakukan Penanganan Darurat Banjir Talamau dan Salurkan Bantuan
PMI Pasaman Barat Terjunkan Tim ke Lokasi Menyusul Banjir dan Longsor di Kecamatan Talamau
Kapolsek Talamau Pimpin Penanganan Banjir Akibat Luapan Sungai di Nagari Kajai Selatan
Kapolsek Talamau dan Tim Gabungan Buka Jalur Longsor Pasanggiang
Lapas Talu Komitmen Penuhi Hak dan Perlindungan Anak di Hari Anak Nasional 2026
Tingkatkan Budaya Literasi, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pasbar Gelar Pembekalan dan Lomba Resensi Buku

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:25 WIB

Tim Gabungan Polda Sumbar dan Polres Pasbar Bekuk Kurir Bawa 30 Paket Ganja

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:48 WIB

Jadi Motor Program 3 Juta Rumah, BRI Pimpin Penyaluran KUR Perumahan

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:27 WIB

Pemkab Pasaman Barat Lakukan Penanganan Darurat Banjir Talamau dan Salurkan Bantuan

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:54 WIB

PMI Pasaman Barat Terjunkan Tim ke Lokasi Menyusul Banjir dan Longsor di Kecamatan Talamau

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:12 WIB

Kapolsek Talamau Pimpin Penanganan Banjir Akibat Luapan Sungai di Nagari Kajai Selatan

Berita Terbaru