PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID — Ketua DPRD Kabupaten Pasaman Barat, Dirwansyah, menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk mengawal serta memperkuat alokasi anggaran daerah dalam upaya penanganan narkotika dan peredaran penyakit masyarakat (pekat).
Hal tersebut ditegaskan Dirwansyah saat mendampingi Anggota Komisi III DPR RI, H. Benny Utamu dalam kegiatan silaturahmi bersama awak media Pasaman Barat di Rumah Makan Bernama, Simpang Empat, Rabu (29/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Anggota Komisi III DPR RI, H. Benny Utama, meminta Pemda Pasaman Barat melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengalokasikan anggaran khusus penanganan narkotika, karena keterbatasan anggaran Badan Narkotika Nasional (BNN) di tingkat pusat.
”Ancaman narkotika cukup luas. BNN anggarannya kecil, mana mungkin bisa mengkover seluruh Indonesia, oleh karena itu, diminta perhatian masing-masing Pemda setempat, dan semua OPD terkait,” ujar Benny Utama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Merespons dorongan tersebut, Ketua DPRD Pasaman Barat, Dirwansyah, menyampaikan bahwa DPRD Pasaman Barat menyadari betul bahwa penanganan bahaya narkotika dan fenomena sosial seperti LGBT tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum atau pemerintah pusat semata.
”DPRD Pasaman Barat siap mengawal dan memperkuat dukungan anggaran melalui APBD untuk program penanganan narkotika serta pencegahan penyakit masyarakat. Persoalan ini menyangkut masa depan generasi muda kita di Pasaman Barat, sehingga tidak bisa kita biarkan berjalan tanpa dukungan anggaran yang memadai dari daerah,” ujar Dirwansyah.
Ia menjelaskan, penanganan narkoba membutuhkan alokasi dana yang tidak sedikit, terutama untuk menunjang sarana dan prasarana rehabilitasi, petugas medis, hingga sosialisasi pencegahan ke sekolah-sekolah dan nagari.
”Untuk upaya pencegahan dan rehabilitasi korban, Pemda bersama DPRD harus hadir menyiapkan fasilitas pendukungnya. Kalau program pencegahan tanpa alokasi anggaran yang jelas, tentu hasilnya tidak akan maksimal,” tegasnya.
Selain masalah narkotika, Dirwansyah juga menyoroti maraknya ancaman pergeseran nilai sosial seperti kasus LGBT di Sumatera Barat.
”Kita ini daerah beradat yang memegang teguh prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Oleh karena itu, kita imbau OPD terkait, para orang tua, serta niniak mamak untuk lebih aktif mengawasi anak kemenakan agar tidak terjerumus ke dalam perilaku menyimpang dan penyalahgunaan narkoba,” tambah Dirwansyah.
Melalui momentum ini, Ketua DPRD Pasbar Dirwansyah memastikan bahwa DPRD Pasaman Barat akan terus membuka ruang pembahasan anggaran bersama Pemda guna menghadirkan program-program konkret demi membentengi masyarakat dari bahaya narkoba dan perilaku menyimpang.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









