PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID – Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Bunda PAUD Kabupaten Pasaman Barat resmi mengukuhkan Bunda PAUD Kecamatan dan Nagari se-Kabupaten Pasaman Barat untuk masa bakti 2025–2030. Pengukuhan ini berlangsung di Aula Bapelitbangda Pasbar, Senin (13/9), sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun, termasuk satu tahun pra sekolah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Ny. Sifrowati Yulianto, Wakil Ketua DPRD Pasbar Supriyono, Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, Staf Ahli Bupati Pedri, serta seluruh Bunda PAUD Kecamatan dan Nagari. Momentum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Pasaman Barat.
Sekretaris Daerah Doddy San Ismail dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan Bunda PAUD dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini. Ia menegaskan bahwa PAUD merupakan tahap krusial dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak sejak dini.
“Pemerintah Daerah bersama DPRD dan Bunda PAUD Kabupaten berkomitmen penuh mendukung layanan PAUD yang berkualitas. Bunda PAUD adalah mitra strategis dalam membina generasi emas Pasaman Barat,” ujar Doddy.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan serta Program Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI), yang mengintegrasikan aspek pendidikan, kesehatan, gizi, dan perlindungan anak.
Pemerintah Daerah bersama DPRD Pasbar terus mendorong penguatan kebijakan PAUD melalui peningkatan kompetensi dan kesejahteraan pendidik, serta penyediaan layanan yang terintegrasi lintas sektor. Kolaborasi dengan organisasi mitra seperti HIMPAUDI, IGTKI, GOPTKI, PKK, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung peran Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan nagari.
“Keberhasilan PAUD tidak bisa dicapai secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak. Bunda PAUD Kabupaten menjadi jembatan komunikasi dan advokasi antar pemangku kepentingan,” jelasnya.
Dengan pengukuhan ini, diharapkan seluruh anak di Pasaman Barat dapat memperoleh layanan PAUD yang merata dan berkualitas, sehingga tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter unggul. (*)









