KINALI PASBAR [SUMBAR]NEWSLINE Gonjong rapuh nyaris runtuh, tokoh Kinali, Kecamatan Kinali, Pasaman Barat (Pasbar) galang bantuah dana rehap. Diperkirakan akan menelan biaya ratusan juta rupiah, Selasa (5/5/2026)
Terlihat, kondisi Gonjong Kantor Camat Kinali, Pasaman Barat (Pasbar) tersebut cukup memprihatinkan, diusia bangunan yang sudah tidak muda lagi justru tidak tersentuh anggaran rehap. Sementara gonjong merupakan ikon budaya yang melambangkan kekuatan, serta penghormatan.
Sejatinya, beberapa tahun lalu kantor camat tersebut sudah dialiri anggaran untuk pembangunan kantor baru, namun akibat keterbatasan anggaran daerah (Pemkab Pasbar) kini pelaksanaannya terhenti sebelum dapat dimanfaatkan dengan layak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepada pewarta, Ketua Pelaksana Rehap Gonjong Kantor Camat Kinali, Ali Nasir didampingi Sekna Kinali Syafril Anwar , Sarnadi Direktur bumdesma Sayang Taksudah Kinali, Atria Koordinator PKH Kec. Kinali dan Ali Sapi’i Kepala Jorong VI Koto Selatan dan lainnya membenarkan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah donatur yang ada di wilayah setempat untuk menuntaskan rehap gonjong serta pengecatan bangunan tersebut.
“Setelah dianalisisa, biaya rehap gonjong dan pengecatan bangunan ini membutuhkan Rp. 130 juta. Beberapa pihak seperti perusahaan dan jajaran tokoh kinali sudah kita koordinasikan, alhamdulillah mendapat respon yang sangat baik,” ucapnya.
Dikatakan, pihaknya akan terus menggalang dana hingga gonjong tersebut bisa direhap. “Walau anggarannya masih jauh dari kata cukup pekerjaan rehap tetap kita mulai, semoga saja terbuka hati para tokoh kita untuk membantu mensukseskan gerakan ini. Dalam waktu dekat akan kita rilis jumlah dan daftar sumber dana terkumpul,” tungkasnya lagi.
Terpisah, lintas pendapat sejumlah generasi muda dari kalangan mahasiswa dan tokoh pemerhati Kinali sejak gerakan ini mulai bermunculan. Banyak yang mengapresiasi langkah Gerakan Kinali Peduli, dan berharap proses rehap Ikon Ranah Minang itu tuntas dengan baik.
“Sedih, sekaligus kami bangga. Ini bukti bahwa Kinali punya wihbawa, tidak berpangku tangan dengan kondisi alasan klasik. Gerakan ini bukan hanya sebatas menyelamatkan bangunan, tapi lebih kepada marwahnya,” ulas S. Sandra J.
Dikatakan. Laju Kinali Peduli ini kelise tauladan dan tolak ukur kedepan, sebap, akan terlihat jelas sosok yang akan benar-banar cinta akan Kinali seperti yang diharapkan barisa penggerak Kinali Peduli, tandasnya.(RONIPASBAR RONI)









