SUMBAR.NEWSLINE.ID — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bergerak cepat menangani musibah banjir yang merendam permukiman warga di Nagari Kajai dan Nagari Kajai Selatan, Kecamatan Talamau. Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ihpan, turun langsung meninjau lokasi terdampak sekaligus memastikan penyaluran bantuan dan penanganan darurat berjalan optimal.
Dalam peninjauan tersebut, Wabup M. Ihpan bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengidentifikasi sejumlah faktor pemicu melubernya air ke permukiman, salah satunya adalah terjadinya penyempitan saluran pengairan di Nagari Kajai Selatan.
Identifikasi Penyebab dan Perbaikan Infrastruktur Tahun Ini
Pemerintah daerah berkomitmen melakukan penanganan secara komprehensif, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Perbaikan saluran air yang menyempit dipastikan mulai dikerjakan pada tahun ini, beriringan dengan proyek pengaspalan Jalan MAN.
“Pemerintah daerah hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan penanganan berjalan cepat. Dari hasil penyisiran bersama Dinas PUPR, salah satu kendala utama adalah penyempitan saluran air. Saya pastikan perbaikannya dikerjakan tahun ini, bersamaan dengan pengaspalan Jalan MAN,” tegas M. Ihpan di lokasi bencana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyaluran Bantuan dan Pengerahan Armada Damkar
Selain pembenahan infrastruktur, Pemkab Pasaman Barat juga bergerak cepat memetakan kebutuhan mendesak bagi warga terdampak. Bantuan yang diprioritaskan meliputi paket sembako, perlengkapan bayi, kasur, serta dukungan pembersihan material lumpur dari rumah-rumah warga.
Untuk mempercepat proses pemulihan fisik lingkungan, Pemkab mengerahkan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) ke lokasi permukiman. Kendaraan pemancar air tersebut digunakan untuk membersihkan sisa-sisa lumpur tebal agar rumah warga dapat segera kembali dihuni secara layak.
“Perlengkapan bayi, kasur, dan sembako menjadi prioritas bantuan saat ini. Armada Damkar kami turunkan untuk membantu membersihkan rumah-rumah warga dari lumpur agar dapat segera ditempati secara layak,” tambahnya.
Mengingat curah hujan yang masih tinggi, Wabup M. Ihpan mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan kondisi darurat kepada pihak nagari atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









