SUMBAR.NEWSLINE.ID — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menyambut kedatangan Tim Satuan Tugas (Satgas) Nasional Supervisi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aula Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat. Dalam pertemuan strategis tersebut, Pemkab memaparkan kondisi infrastruktur jalan provinsi yang hingga kini masih darurat pascabencana.
Kunjungan kerja yang berlangsung pada Selasa (28/7) ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian pemulihan pascabencana sekaligus menginventarisasi berbagai kendala di daerah agar dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Rombongan Satgas dipimpin langsung oleh Ketua Satgas Nasional Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang, S.I.K., M.Si., didampingi oleh unsur TNI, Polri, serta perwakilan BNPB dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Jalan Penghubung Pasbar-Pasaman Masih Darurat
Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Doddy San Ismail, yang hadir mewakili bupati, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan pemulihan daerah terdampak. Ia menjelaskan bahwa sebanyak sembilan kecamatan di Pasaman Barat mengalami kerusakan luas yang memerlukan penanganan serius, baik pada sektor infrastruktur maupun pemulihan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Salah satu persoalan krusial yang disoroti adalah kondisi ruas jalan provinsi penghubung Pasaman Barat-Pasaman. Jalan tersebut sempat diperbaiki pada tahun 2024, namun kembali mengalami kerusakan parah akibat bencana pada tahun 2025 dan hingga kini masih digunakan masyarakat dalam kondisi darurat. Pemkab Pasaman Barat berharap rehabilitasi segera direalisasikan demi menormalkan kembali akses transportasi warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Evaluasi Nasional dan Komitmen Sinergi Lintas Sektor
Sementara itu, Ketua Satgas Nasional Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi nasional terhadap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Sumatera. Pemerintah pusat menggunakan 13 indikator sebagai tolok ukur keberhasilan, di mana wilayah Sumatera dinilai menunjukkan progres relatif cepat dan menjadi contoh bagi daerah lain.
Kendati demikian, Yopie mengakui masih terdapat sejumlah hambatan di lapangan, mulai dari aspek administrasi, regulasi, pendanaan, hingga koordinasi lintas instansi. Melalui ruang diskusi yang dibuka bersama perangkat teknis daerah, Satgas Nasional berkomitmen untuk menindaklanjuti berbagai kendala tersebut langsung ke tingkat pusat guna memastikan proses pemulihan tidak terhambat.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









