SUMBAR.NEWSLINE.ID — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan Pemerintah Kabupaten Solok menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) bidang pertanian untuk mendukung pengendalian inflasi daerah. Penandatanganan berlangsung di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat, Jumat (17/4), dengan fokus pada stabilisasi harga dan distribusi komoditas pangan.
Kerja sama tersebut mencakup penguatan pasokan dan distribusi komoditas penyumbang inflasi, seperti cabai merah, bawang merah, serta sejumlah bahan pangan pokok lainnya.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Bupati Pasaman Barat melalui Sekretaris Daerah Doddy San Ismail dan Bupati Solok melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Zaitul Ikhlas.
Sementara itu, PKS bidang pertanian ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat Afdal bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Deslirizaldi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perkuat Pasokan dan Distribusi Pangan
Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail mengatakan, kerja sama antardaerah tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
“Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat produksi, distribusi, serta sistem logistik pangan antarwilayah. Dengan demikian, ketimpangan pasokan dapat diatasi, gejolak harga ditekan, dan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Menurut Doddy, pengendalian inflasi, khususnya inflasi pangan, merupakan tanggung jawab bersama pemerintah pusat dan daerah. Karena itu, kolaborasi antara daerah produsen dan daerah distribusi diperlukan untuk menjaga keseimbangan pasokan serta mengendalikan fluktuasi harga.
Melalui kerja sama tersebut, kedua pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjaga kelancaran distribusi komoditas.
Kabupaten Solok Andalkan Komoditas Hortikultura
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Solok Zaitul Ikhlas menyampaikan bahwa daerahnya merupakan salah satu sentra hortikultura utama di Sumatera Barat.
Ia menjelaskan, bawang merah menjadi salah satu komoditas unggulan Kabupaten Solok dengan kontribusi besar terhadap sektor pertanian. Selain itu, cabai merah dan beras juga berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan.
“Kerja sama ini diharapkan berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian kedua daerah, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan,” katanya.
Zaitul juga mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dalam membangun kolaborasi tersebut. Ia berharap kerja sama dapat dikembangkan ke sektor lain untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kerja Sama Diharapkan Tekan Gejolak Harga
Kerja sama Pasaman Barat dan Kabupaten Solok diharapkan mampu memperkuat hubungan antardaerah dalam menjaga ketersediaan komoditas strategis, terutama ketika terjadi ketidakseimbangan pasokan dan permintaan.
Sinergi produksi, distribusi, dan logistik pangan menjadi salah satu upaya untuk mendukung pengendalian inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









