PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID – Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Doddy San Ismail, membuka Forum Group Discussion (FGD) Strategi Kebijakan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Kolaborasi Triple Helix di Aula Kantor Bupati, Selasa (14/10). Ia meminta seluruh nagari agar mulai menganggarkan dana khusus untuk penanganan sampah dalam APB Nagari tahun 2026.
“Satu orang menghasilkan sampah sekitar 0,28 kilogram per hari. Dengan jumlah penduduk Pasaman Barat sebanyak 454.053 jiwa, total sampah yang dihasilkan mencapai 127.135 kilogram per hari. Ini persoalan besar yang harus segera kita tangani bersama,” tegas Doddy.
Ia menilai persoalan sampah masih terjadi karena rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Camat, wali nagari, dan Bamus diminta menggiatkan gotong royong serta menyesuaikan program pengelolaan sampah dengan Keputusan Menteri Desa Nomor 71 Tahun 2021. Doddy juga mengingatkan pentingnya evaluasi kesiapsiagaan bencana di tingkat kecamatan dan nagari.
Penanganan sampah di Pasaman Barat akan melibatkan tiga pilar utama atau Triple Helix: pemerintah sebagai pembuat regulasi, swasta sebagai pengembang teknologi ramah lingkungan, dan masyarakat sebagai pelaku pengurangan serta pengolahan sampah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, tanggung jawab pengelolaan sampah berada pada pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Dengan kolaborasi Triple Helix ini, saya yakin persoalan sampah dapat kita atasi dan menjadikan Pasaman Barat yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” harapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasbar, Edison Zelmi, menyampaikan bahwa FGD ini bertujuan membangun komitmen dan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta. Ia menyebutkan sejumlah rekomendasi yang disepakati, seperti peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan kapasitas kelembagaan, dan pengembangan model pengelolaan sampah berbasis teknologi.
FGD turut menghadirkan narasumber dari Universitas Negeri Padang (UNP), yakni Prof. Indang Dewata, Prof. Nurhasan Syah, Prof. Eri Barlian, Prof. Iswandi, dan Prof. Heldi, yang memberikan kontribusi akademik dalam merumuskan strategi kebijakan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kabupaten Pasaman Barat. (*)









