SUMBAR.NEWSLINE.ID — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menegaskan komitmen kuatnya dalam mendukung Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang menjadi salah satu program strategis nasional di bidang pendidikan. Komitmen tersebut ditandai secara resmi lewat penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) lahan.
Penandatanganan dokumen kerja sama ini dilakukan langsung oleh Bupati Pasaman Barat Yulianto bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Suharti di Hotel Episode, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten. Melalui penandatanganan tersebut, Pasaman Barat tercatat sebagai salah satu dari 16 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil menuntaskan seluruh persyaratan administrasi pembangunan SNT.
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi. Kebijakan ini digagas untuk mempercepat pembangunan serta revitalisasi sekolah agar fasilitas pendidikan modern dapat segera diakses oleh masyarakat luas.
“Program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 yang bertujuan menghadirkan pusat pendidikan unggulan di berbagai daerah Indonesia,” ujar Bupati Yulianto.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kesiapan Lahan 20 Hektare di Muara Kiawai
Sebagai bentuk kesiapan konkret, Pemkab Pasaman Barat telah menyediakan lahan seluas 20 hektare yang terletak di Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh. Lahan tersebut berstatus hak milik dan telah mengantongi sertifikat resmi atas nama pemerintah daerah. Sebelum penandatanganan, lokasi ini juga telah ditinjau langsung oleh Bupati Yulianto guna memastikan kelayakannya.
Usulan lokasi dari Pemkab Pasaman Barat sebelumnya telah melalui serangkaian asesmen serta verifikasi lapangan oleh tim Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, hingga akhirnya dinyatakan layak masuk dalam kategori lokasi prioritas pembangunan SNT tahun 2026.
Program SNT sendiri dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang dilengkapi fasilitas modern penunjang belajar, seperti ruang kelas representatif, asrama, sarana olahraga, laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas pendukung lainnya. Pada tahun 2026, pemerintah pusat menargetkan pembangunan SNT di 37 kabupaten/kota dengan alokasi anggaran mencapai Rp250 miliar hingga Rp300 miliar per daerah yang bersumber sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Proses tender fisik dijadwalkan mulai bergulir pada Oktober 2026.
Dorong Peningkatan SDM dan Perekonomian Daerah
Dari total 12 dokumen persyaratan kementerian, Pemkab Pasaman Barat telah merampungkan sebagian besar ketentuan, sementara sisa dokumen seperti sertifikat pemecahan lahan dan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) sedang dalam tahap akhir penyelesaian. Bupati Yulianto memastikan jajarannya akan terus mengawal keselarasan teknis dan administratif agar proyek berjalan tepat waktu.
“Ini peluang besar bagi Pasaman Barat. Kami siap menyelesaikan seluruh persyaratan yang masih diperlukan. Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas sekaligus melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing,” tegas Bupati.
Selain menjadi investasi jangka panjang di bidang sumber daya manusia, kehadiran SNT di Muara Kiawai diyakini mampu memberikan efek ganda bagi perekonomian lokal, mulai dari terbukanya lapangan pekerjaan baru hingga menggeliatnya aktivitas sektor jasa dan perdagangan di kawasan sekitar.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









