PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman Barat, Ronal Dodya Restu, S.Kom., M.TI, menghadiri langsung pelaksanaan tradisi Hari Raya Enam (Rayo Anam) di Surau Buya Lubuak Landua, Nagari Lubuak Landua Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Sabtu (28/3/2026). Kehadiran legislator Pasbar ini menegaskan komitmen penuh lembaga legislatif dalam mengawal pelestarian tradisi keagamaan sekaligus mendorong pengembangannya menjadi sektor unggulan daerah.
Tradisi tahunan yang identik dengan aktivitas ziarah dan silaturahmi kepada ulama (manjalang buya) tersebut berlangsung dengan sangat khidmat. Kehadiran Ronal Dodya Restu di tengah-tengah jemaah menjadi bukti nyata dukungan DPRD terhadap pelestarian kearifan lokal berbasis religius yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Pasaman Barat.
Di sela-sela kegiatan, Anggota DPRD Pasaman Barat, Ronal Dodya Restu, S.Kom., M.TI, menyatakan bahwa Surau Buya Lubuak Landua memiliki nilai historis dan spiritual yang luar biasa, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan lebih luas.
“Kami di DPRD Pasaman Barat sangat mendukung wacana pengembangan Lubuak Landua sebagai destinasi wisata religi, bahkan hingga tingkat internasional. Dari kacamata legislatif, hal ini memerlukan perencanaan matang, mulai dari penguatan infrastruktur fisik hingga pemanfaatan teknologi dan promosi digital agar nilai-nilai tradisi ini bisa dikenal dunia luar. Kami siap mengawal fungsi penganggaran dan kebijakan daerah agar potensi wisata religi ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal,” ujar Ronal Dodya Restu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejalan dengan hal itu, Bupati Pasaman Barat, Yulianto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi ini.
“Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin. Kita patut berbangga karena tradisi ini tetap terjaga. Ke depan, Lubuak Landua tidak hanya menjadi tujuan wisata lokal, tetapi perlu didorong menjadi destinasi wisata religi hingga tingkat internasional,” kata Bupati Yulianto.
Sementara itu, perwakilan dari keluarga besar Buya, Indra, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati beserta jajaran legislatif dan Forkopimda. Ia menilai kehadiran para pimpinan daerah merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian adat dan syarak di nagari.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati, jajaran DPRD, dan rombongan. Kegiatan manjalang buya ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembersihan hati. Apapun dinamika yang terjadi, mari diselesaikan dengan kepala dingin. Kita bersandar kepada Allah untuk menciptakan suasana yang damai dan tenteram,” ungkap Indra.
Rangkaian kegiatan Rayo Anam tersebut ditutup dengan doa dan zikir bersama serta tradisi makan bajamba yang diikuti oleh seluruh tamu undangan beserta ribuan jemaah yang memadati lokasi.
Agenda religius ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Ketua Tim Penggerak PKK Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, jajaran niniak mamak, tokoh masyarakat, serta para pemangku kepentingan terkait lainnya.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









