PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID – Wakil Bupati (Wabup) Pasaman Barat, M. Ihpan, memimpin rombongan Pemerintah Daerah meninjau langsung kondisi banjir di Jorong Rantau Panjang, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Selasa (25/11/2025).
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat bagi warga yang terdampak luapan air sungai yang merendam permukiman.
Dalam kunjungan ke lokasi pengungsian di Pustu Taluak Pagang, Wabup didampingi oleh Sekretaris Daerah Doddy San Ismail, Ketua TP-PKK Sifrowati Yulianto, Kepala Badan Kesbangpol Yosmar Divia, Kepala BPBD Jhon Edwar, Kadis Kominfo Armen, Kadis PUPR Bambang Sumarsono, serta Kepala Dinas Kesehatan dr. Gina Alecia.
Pihak-pihak terkait menegaskan telah melakukan langkah-langkah yang dianggap perlu dalam menghadapi darurat bencana, sesuai yang telah disampaikan oleh Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim SAR juga memegang peran dalam operasi ini. Sejak air mulai meluap, tim SAR bergerak cepat mengevakuasi warga yang terjebak di rumah menuju titik aman.
Berdasarkan data sementara, banjir ini berdampak pada 113 Kepala Keluarga (KK). Sebagian besar warga, terutama lansia, ibu hamil, dan anak-anak, telah dievakuasi ke Pustu Rantau Panjang (Taluak Pagang), sementara sebagian lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman.
Terkait kondisi kesehatan para pengungsi, Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, dr. Gina Alecia, memastikan tim medis telah disiagakan penuh.
“Kami telah menempatkan tenaga kesehatan di posko pengungsian untuk memantau kondisi warga secara berkala. Fokus utama saat ini adalah mencegah penyakit pasca-banjir seperti gatal-gatal, diare, dan ISPA. Stok obat-obatan dan vitamin juga sudah kami pastikan cukup untuk melayani kebutuhan warga, terutama bagi kelompok rentan,” ungkap dr. Gina.
Sementara itu, Wakil Bupati M. Ihpan kembali mengingatkan ancaman cuaca ekstrem. Menurutnya, dinamika atmosfer terkini menunjukkan penguatan Monsun Asia yang memicu angin baratan dan pertemuan massa udara lembap di Bukit Barisan (orographic lifting), sehingga potensi hujan lebat masih tinggi.
“Dengan melihat kondisi tersebut, perlu ditingkatkan kesiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi di kabupaten/kota di Sumatera Barat, termasuk Pasaman Barat,” ujar Wabup.
Mengingat kondisi air yang belum surut total, M. Ihpan meminta warga Rantau Panjang untuk tetap berada di pengungsian demi keselamatan.
“Himbauan ini merupakan langkah kewaspadaan bagi kita semua, sebelum banjir kembali merendam permukiman warga,” tegasnya.
Sinergi kuat antara Pemda, TNI-Polri, dan tim SAR terus dimaksimalkan guna menjamin keselamatan warga terdampak hingga situasi di Rantau Panjang dinyatakan benar-benar aman.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









