PASAMAN BARAT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman Barat, Suwandi, memberikan apresiasi atas rampungnya pembangunan Jembatan Bailey di Nagari Koto Gadang Jaya (Koja), Kecamatan Kinali. Kehadiran Suwandi dalam peresmian jembatan tersebut pada Senin (19/1/2026) menjadi bentuk dukungan legislatif terhadap pemulihan infrastruktur vital pascabencana di wilayah pemilihannya.
Jembatan yang diresmikan oleh Bupati Pasaman Barat, Yulianto, bersama Dandim 0305 Pasaman Letkol Inf Darmawan Hendra Wijaya ini, menjadi sorotan Suwandi karena proses pengerjaannya yang sangat singkat, yakni hanya dalam waktu tujuh hari.
Di sela-sela kegiatan peresmian, Suwandi menyatakan bahwa kecepatan pembangunan ini merupakan jawaban nyata atas aspirasi masyarakat Nagari Koto Gadang Jaya yang sempat terisolasi akibat banjir dan longsor. Menurutnya, sinergi yang ditunjukkan antara pemerintah daerah dan TNI adalah standar kerja yang diharapkan oleh rakyat.
“Kami di DPRD sangat mengapresiasi langkah cepat ini. Jembatan ini adalah urat nadi perekonomian dan akses satu-satunya warga. Jika tidak segera ditangani dengan jembatan bailey ini, mobilitas warga bisa lumpuh berbulan-bulan. Kerja keras TNI dan Pemkab Pasbar dalam sepekan ini patut diapresiasi,” ujar Suwandi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Politisi ini juga menekankan bahwa kehadiran negara harus benar-benar dirasakan saat masyarakat sedang tertimpa musibah. Sebagai wakil rakyat, ia menegaskan akan terus mengawal pembangunan infrastruktur serupa agar ketahanan daerah terhadap bencana semakin kuat di masa depan.
Dalam acara yang juga dihadiri jajaran Forkopimda dan OPD tersebut, Bupati Yulianto dan Dandim 0305 Pasaman senada mengungkapkan bahwa keberhasilan pembangunan ini adalah bukti nyata kehadiran negara. Dandim Letkol Inf Darmawan juga menyampaikan permohonan maaf jika selama proses pengerjaan kilat tersebut terdapat hal-hal yang kurang berkenan bagi warga.
Suwandi berharap jembatan ini dapat dijaga bersama oleh masyarakat agar manfaatnya bertahan lama, sembari menunggu solusi infrastruktur permanen dari pemerintah di masa mendatang.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









