Pasaman Barat, Sumbar Newsline – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah VI, Efri Syahputra, S.Ag., M.Pd., secara resmi mencanangkan program “Bulan Bakti Donor Darah”. Program kemanusiaan ini akan menargetkan seluruh siswa dan guru di SMA serta SMK se-Kabupaten Pasaman Barat.
Pencanangan program jangka panjang ini merupakan tindak lanjut konkret dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani antara Cabdindik VI dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Pasaman Barat.
Sebagai tahap implementasi, Efri Syahputra telah mengeluarkan surat edaran resmi, ia menginstruksikan seluruh Kepala SMA dan SMK untuk memfasilitasi kegiatan donor darah yang akan dilaksanakan secara maraton mulai 10 November, hingga 25 November 2025, di sekolah masing-masing.
Untuk menyukseskan kegiatan ini, setiap sekolah diminta menyiapkan daftar calon pendonor, baik dari siswa yang telah memenuhi syarat maupun guru, dengan target minimal 50 orang pendonor per sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kolaborasi di bidang kemanusiaan ini berjalan secara berkelanjutan. Sebelumnya, pada 22 Oktober 2025, PMI Pasaman Barat juga telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk pembentukan unit Palang Merah Remaja (PMR) dan implementasi program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang juga melibatkan pihak sekolah.
Kepala Markas PMI Pasaman Barat, Rida Warsa, menyambut baik program tersebut. Ia menegaskan kesiapan penuh PMI untuk mendukung ‘Bulan Bakti’ ini.
“Sebagai bentuk apresiasi dan komitmen kami, PMI akan menyiapkan petugas dan fasilitas yang dibutuhkan, termasuk unit mobil donor darah,” ujar Rida Warsa.
Stok darah yang aman di PMI sangat penting untuk kebutuhan rumah sakit. Darah yang terkumpul dari ‘Bulan Bakti’ ini akan sangat membantu pasien yang membutuhkan pertolongan darurat, seperti korban kecelakaan, pasien yang akan operasi besar, atau ibu yang mengalami pendarahan saat melahirkan.
Program ‘Bulan Bakti Donor Darah’ ini menjadi langkah strategis yang memiliki dampak ganda. Bagi PMI, ini adalah upaya terstruktur untuk menjamin ketersediaan stok darah hingga akhir tahun. Sementara bagi dunia pendidikan, ini adalah implementasi nyata dari pendidikan karakter untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan mencetak generasi baru pendonor sukarela di Pasaman Barat. (AJO)
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









