PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID – Memasuki usia ke-22 tahun, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) merilis sejumlah indikator makro pembangunan yang menunjukkan tren positif. Perkembangan ini mencakup peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pemulihan ekonomi pascapandemi, hingga perbaikan infrastruktur wilayah.
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, mengungkapkan bahwa salah satu tolok ukur utama kemajuan daerah terlihat pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Berdasarkan data terbaru tahun 2025, IPM Pasaman Barat tercatat di angka 73,69, naik signifikan dibandingkan tahun 2021 yang berada di angka 70,57. Kenaikan ini didorong oleh membaiknya sektor pendidikan dan kesehatan.
Di sektor pendidikan, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) meningkat dari 8,27 tahun (2021) menjadi 9,28 tahun (2025). Sementara Angka Harapan Hidup (AHH) juga naik menjadi 73,17 tahun pada 2025.
“Peningkatan IPM ini menunjukkan bahwa pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan taraf hidup masyarakat berjalan beriringan. Ini menjadi bukti bahwa arah kebijakan pembangunan yang kita lakukan sudah berada di jalur yang tepat,” ujar Yulianto dalam keterangannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain aspek sosial, indikator ekonomi juga memperlihatkan pemulihan yang stabil. Sempat mengalami kontraksi minus 1,34 persen pada 2020 akibat pandemi, pertumbuhan ekonomi Pasaman Barat rebound mencapai 4,08 persen pada tahun 2024.
Pertumbuhan ini berkorelasi langsung dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang turun menjadi 5,95 persen pada 2025. Sejalan dengan itu, angka kemiskinan juga berhasil ditekan dari 7 persen pada tahun sebelumnya menjadi 6,30 persen di tahun 2025. Pemerintah daerah mengklaim keberhasilan ini didukung oleh program inovasi “Tumpas Kemiskinan” yang terintegrasi dengan penanganan stunting.
Guna mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah seluas 3.887,77 kilometer persegi ini, Pemkab Pasbar mengoptimalkan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit. Dana sebesar lebih dari Rp4,4 miliar dialokasikan untuk program “Jalan untuk Rakyat” guna memperkuat konektivitas antarwilayah.
Selain infrastruktur fisik, program jemput bola di sektor kesehatan seperti “Dokter Goes To Nagari” juga digalakkan untuk memastikan layanan dasar menjangkau 90 nagari yang ada.
“Melalui berbagai program strategis ini, kami ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya terpusat, tetapi menjangkau hingga ke nagari-nagari, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambah Yulianto.
Konsistensi kinerja Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat ini juga mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Sepanjang tahun terakhir, Pasbar meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya dan menempati peringkat tiga Indeks Inovasi Daerah Provinsi Sumatera Barat. Dengan semangat Tuah Basamo, momentum ulang tahun ke-22 ini dijadikan titik pijak untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









