PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID – Skor akhir 7-2 untuk kemenangan tim OPD/Forkopimda atas tim Wartawan di GOR Padang Tujuh, Rabu (14/1/2024), mungkin terlihat mencolok. Namun, angka tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan ketatnya duel yang terjadi. Secara kualitas permainan, kedua tim tampil berimbang, bahkan tim wartawan sempat memberikan kejutan dengan unggul lebih dulu sebelum akhirnya faktor usia dan stamina berbicara di lapangan hijau.
Laga peringatan HUT Pasaman Barat ke-22 ini dibuka dengan gebrakan tim wartawan. Bermain agresif sejak peluit dibunyikan, para pemburu berita ini langsung mengambil inisiatif serangan. Hasilnya, tim wartawan berhasil mencuri keunggulan lebih dulu, memaksa lini belakang OPD bekerja keras membendung aliran bola yang cepat dan lincah.
Di babak pertama, tim wartawan benar-benar memegang kendali. Sorak sorai penonton mengiringi setiap pergerakan mereka yang tampak lebih segar. Keunggulan gol di awal laga sempat membuat tim OPD/Forkopimda tersentak dan harus memutar otak untuk keluar dari tekanan.
Namun, sepak bola adalah permainan dua babak. Memasuki paruh kedua, narasi pertandingan mulai bergeser. Tim wartawan yang sudah menguras banyak tenaga untuk memimpin di awal, perlahan mulai kehilangan ritme. Napas yang terengah-engah dan fokus yang mulai goyah menjadi celah yang dimanfaatkan dengan cerdik oleh tim OPD.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara teknis, kedua tim tetap menunjukkan kelas yang setara dalam mengolah si kulit bundar. Namun, tim OPD yang tampil lebih tenang mampu mengelola tempo permainan dengan lebih efektif. Perlahan tapi pasti, mereka membalikkan keadaan. Tujuh gol yang bersarang ke gawang wartawan lebih banyak disebabkan oleh menurunnya daya tahan fisik akibat faktor usia, sementara tim OPD berhasil menjaga konsistensi hingga menit akhir.
Kekalahan dengan skor telak setelah sempat unggul tidak membuat tim wartawan patah semangat. Altas Maulana, salah satu pemain tim wartawan, menegaskan bahwa esensi laga ini adalah tentang kebersamaan.
“Kami sempat unggul dan memberikan perlawanan seimbang, tapi memang stamina tidak bisa berbohong. Yang terpenting, di lapangan kami bersaing, di luar lapangan kami tetap bersaudara,” ungkapnya.
Pertandingan persahabatan ini ditutup dengan tawa dan jabat tangan erat, membuktikan bahwa meski fisik memiliki batas, sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers di Pasaman Barat tetap tanpa batas demi pembangunan daerah yang lebih baik.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









