PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat Kabupaten Pasaman Barat menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dan sinergi dalam aksi kemanusiaan. Acara yang digelar di Aula Kantor Bupati pada Senin (6/10) ini dihadiri oleh Bupati Pasaman Barat, Yulianto, jajaran pengurus PMI, mitra strategis, dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Yulianto menegaskan peran vital PMI Pasaman Barat dalam penanganan kebencanaan dan kegiatan sosial. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para relawan yang telah bekerja tanpa pamrih demi kemanusiaan.
“PMI berbuat tanpa pamrih. Atas nama Pemerintah Daerah Pasaman Barat, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya,” ujar Yulianto.
Ia juga menegaskan bahwa Pemda Pasaman Barat akan terus mendukung penuh setiap kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh PMI, serta mengajak masyarakat meneladani semangat gotong royong yang menjadi ciri khas organisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kekuatan PMI dalam menjalankan misinya tidak terlepas dari dukungan mitra strategis. Dalam peringatan HUT ke-80 ini, PMI Pasaman Barat menerima hibah satu unit kendaraan operasional donor darah dari sejumlah lembaga perbankan dan perusahaan swasta. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua PMI Pasaman Barat, Risnawanto.
“Dukungan ini sangat berarti bagi kami untuk mencapai target pelayanan dan menjangkau masyarakat lebih luas,” ungkap Risnawanto.
Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua PMI Sumatera Barat, Aristo Munandar, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan misi kemanusiaan.
“Kerja kemanusiaan tidak bisa dilakukan sendiri. Dukungan dari berbagai pihak adalah kunci agar PMI bisa bekerja maksimal,” ujarnya.
Peringatan HUT ke-80 PMI di Pasaman Barat menjadi bukti nyata bahwa semangat kemanusiaan akan semakin kuat jika semua pihak bergandeng tangan. Sinergi antara relawan, pemerintah daerah, dan mitra strategis menjadi fondasi penting dalam memastikan tidak ada yang sendirian menghadapi kesulitan. (*)









