PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID – Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat bersama unsur Forkopimda melaksanakan Panen Jagung Serentak Kuartal I tahun 2026 di lahan pertanian Bandarejo, Nagari Lingkuang Aua, Kamis (8/1). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam mendukung program Swasembada Pangan Nasional.
Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.Ik., menyatakan bahwa pada periode awal tahun 2026 ini, pihaknya telah melakukan pembinaan terhadap petani jagung dengan total luas lahan mencapai 205 hektar yang tersebar di berbagai titik di Kabupaten Pasaman Barat.
“Hari ini kita melaksanakan panen raya secara serentak di lahan pertanian milik petani binaan Polres Pasaman Barat seluas dua hektar. Kami berkolaborasi dalam memberikan pendampingan, mulai dari proses tanam hingga penjualan hasil panen,” ujar AKBP Agung Tribawanto.
Selain memberikan pendampingan teknis, Polres Pasaman Barat juga berperan aktif memfasilitasi akses pasar. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menghubungkan petani binaan dengan pihak Bulog guna memastikan hasil panen terserap dengan harga standar nasional. Kapolres juga mendorong warga untuk memaksimalkan lahan produktif maupun sistem tumpang sari guna meningkatkan nilai ekonomi keluarga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sektor pertanian jagung di Pasaman Barat memang menunjukkan tren positif. Asisten Bidang Perekonomian Setda Pasaman Barat, Endang Rirpinta, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah mematok target produksi jagung sebesar 193.092 ton pada tahun 2026, dengan luas tanam mencapai 33.446 hektar.
“Pemerintah daerah tetap memastikan harga jual jagung tetap tinggi meski terjadi peningkatan produksi setiap tahunnya. Kami juga berkolaborasi untuk menyediakan gudang pengolahan hingga penampungan hasil panen,” jelas Endang Rirpinta.
Tingginya harga jual saat ini yang didukung oleh kecocokan unsur hara tanah di wilayah Pasaman Barat menjadi faktor utama meningkatnya minat petani untuk memperluas area tanam.
Sinergi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam sektor ketahanan pangan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat agraris di Pasaman Barat. Dengan adanya jaminan harga dari pemerintah serta pendampingan keamanan dan teknis dari kepolisian, petani optimis target swasembada pangan tahun 2026 dapat tercapai sekaligus meningkatkan taraf hidup di wilayah tersebut.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









