PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID – Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Pasaman Barat, Dr. H. Getri Ardenis, MA, mewakili Bupati Pasaman Barat, menghadiri acara Wisuda Tahfizh Quran dan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 20 Talamau. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan sekolah setempat pada Kamis (15/1/2026).
Dalam sambutannya, Dr. Getri menekankan pentingnya peran pendidik dan orang tua dalam memahami potensi unik setiap siswa. Ia mengingatkan bahwa setiap anak terlahir dengan kecerdasan dan kelebihan masing-masing yang perlu digali.
“Mari kita memberikan bimbingan dan pendampingan yang maksimal kepada semua peserta didik. Pada dasarnya, semua anak mempunyai kelebihan masing-masing dan memiliki kecerdasan tertentu,” ujar Dr. Getri.
Ia juga memberikan atensi khusus terkait penanganan siswa yang dianggap “bermasalah”. Pendekatan yang dilakukan harus bersifat solutif dan penuh kasih sayang, bukan justru membebani mental anak tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bagi anak-anak yang sedang bermasalah, berikanlah perhatian khusus. Jangan sampai anak yang sedang bermasalah justru ditambah lagi masalahnya,” tegasnya.
Dr. Getri Ardenis Tegaskan Kesetaraan Hak Pendidikan bagi Seluruh Anak Pasaman Barat
Pada kesempatan itu, Dr. Getri menyampaikan apresiasi kepada Kepala Sekolah SDN 20 Talamau, Titis Suryani, S.Pd, beserta pembina, majelis guru, dan orang tua. Kabag Kesra ini sangat medukung sinergi sekolah dalam membina siswa melalui program Tahfiz Quran yang dipadukan dengan pelestarian seni budaya Minangkabau.
Acara tersebut turut diisi dengan tausiah agama oleh Ustadz Dr. (Can) Asmar Habibi, M.Pd. Dalam ceramahnya, ia mengupas makna perjalanan suci Isra dan Mikraj sebagai bukti kekuasaan Allah SWT yang melampaui logika manusia.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Korwil Pendidikan Kecamatan Talamau, Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat, Komite Sekolah, wali murid, serta tokoh masyarakat setempat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda Pasaman Barat yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan mencintai Al-Quran, tetapi juga memiliki karakter yang kuat serta tidak melupakan akar budaya Minangkabau.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









