PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID – Bupati Pasaman Barat, Yulianto, mendampingi Panglima Kodam (Pangdam) XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB), Mayjen TNI Arif Gajah Mada, dalam peninjauan Jembatan Bailey di Jorong Sikabau, Nagari Ranah Koto Tinggi, Kecamatan Koto Balingka, pada Minggu (14/12/2025). Kunjungan ini memastikan infrastruktur darurat tersebut berfungsi optimal untuk memulihkan akses transportasi masyarakat pasca bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat akhir November lalu.
Jembatan Bailey sepanjang 18 meter ini menjadi penghubung vital antara Kecamatan Lembah Melintang dan Kecamatan Koto Balingka, yang sebelumnya terputus total akibat banjir bandang. Selain peninjauan, Pangdam juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak menggunakan helikopter.
Dalam rombongan Pangdam hadir Asisten Operasi (Asops) Kolonel Inf Medi serta Kolonel Nav Wahyu Bintoro, S.E., M.M., M.Han. Dari pihak Pemkab Pasaman Barat, turut serta unsur Forkopimda, kepala OPD terkait, camat, wali nagari, dan tokoh masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Yulianto menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dukungan TNI.
“Kami ucapkan selamat datang kepada Bapak Pangdam beserta rombongan. Terima kasih atas pembangunan Jembatan Bailey ini. Akses masyarakat kembali lancar, dan aktivitas warga dapat berjalan normal,” ujarnya.
Pangdam Mayjen TNI Arif Gajah Mada menjelaskan bahwa proyek ini merupakan tindak lanjut perintah Presiden kepada TNI untuk percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana.
“Total empat jembatan Bailey dibangun: dua di Kabupaten Solok, satu di Padang Pariaman (masih proses), dan satu di Sikabau ini yang sudah 100 persen selesai serta bisa dilalui roda dua maupun roda empat,” katanya.
Ia menambahkan, ke depan direncanakan tujuh jembatan Bailey tambahan serta lima jembatan sistem Harmaco di Sumbar, berdasarkan usulan Pemprov. Secara keseluruhan, 46 jembatan di Sumbar rusak akibat bencana baru-baru ini.
Dengan rampungnya Jembatan Bailey di Jorong Sikabau, akses transportasi antar-kecamatan di Pasaman Barat kini kembali lancar, membawa angin segar bagi ribuan warga yang sempat terisolasi akibat bencana banjir dan longsor. Kolaborasi erat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat ini tidak hanya mempercepat pemulihan infrastruktur, tetapi juga memperkuat rasa solidaritas di tengah musibah. Ke depan, dengan rencana pembangunan tambahan jembatan Bailey dan sistem Harmaco di berbagai titik Sumatera Barat, harapan pemulihan total pascabencana semakin terang, sehingga aktivitas sosial-ekonomi masyarakat dapat segera pulih sepenuhnya.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









