PASAMAN BARAT, SUMBAR.NEWSLINE.ID – Meski akses jalan masih berat akibat material longsor dan lumpur, Bupati Pasaman Barat H. Yulianto berhasil mencapai wilayah terdampak bencana di Jorong Bateh Samuik dan Tinggam Harapan, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, pada Selasa (16/12/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya intensif pemerintah daerah dalam masa tanggap darurat yang baru saja diperpanjang hingga 22 Desember 2025.
Rombongan bupati sempat terjebak lumpur beberapa kali, baik saat berangkat maupun pulang, sehingga harus ditarik menggunakan alat berat. Hanya kendaraan berpenggerak double gardan yang mampu melintas di jalur tersebut. Yulianto didampingi sejumlah kepala OPD, tim Basarnas, anggota DPRD Pasbar Nirlam, Ketua TP PKK Pasbar Ny. Sifrowati Yulianto, serta pemangku kepentingan lainnya.
Bantuan yang disalurkan langsung meliputi paket sembako dan panel listrik (solar panel) untuk membantu pemulihan pasokan listrik yang sempat terganggu akibat bencana longsor dan banjir sejak akhir November lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain menyerahkan bantuan, Bupati Yulianto berdialog langsung dengan warga untuk mengecek kebutuhan dasar. Warga melaporkan bahwa air bersih dan listrik sudah kembali mengalir, meskipun masih ada kendala teknis minor.
“Saya memohon maaf kepada masyarakat karena baru bisa sampai ke sini hari ini. Akses yang cukup berat menjadi tantangan, namun pemerintah daerah tetap berupaya hadir dan memastikan bantuan sampai,” kata Yulianto, seperti dikutip dari laporan Diskominfo Pasaman Barat.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas gotong royong TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan masyarakat setempat, serta ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat dan provinsi atas dukungan yang diberikan.
Menurut Yulianto, berkat kerja sama semua pihak, saat ini tidak ada lagi wilayah di Pasaman Barat yang terisolasi total. Akses ke Tinggam Harapan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat, meski kondisinya masih sulit.
Bupati kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan masih tinggi sesuai prediksi BMKG. “Sesuai perkiraan cuaca dari BMKG, curah hujan masih tinggi. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati,” tutupnya.
Bencana hidrometeorologi yang melanda Pasaman Barat sejak akhir November 2025 telah menyebabkan kerusakan signifikan, termasuk korban jiwa, rumah rusak, dan lahan pertanian terdampak. Pemerintah daerah terus memaksimalkan penanganan, termasuk perpanjangan masa tanggap darurat untuk memastikan pemulihan berjalan optimal.***
Penulis : Syafril Erizon
Editor : Ajo Uban









